Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Hari Setiyono di Gedung Bundar Kejagung, Jakarta Selatan. Foto: Theofilus Ifan Sucipto/Medcom.id
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Hari Setiyono di Gedung Bundar Kejagung, Jakarta Selatan. Foto: Theofilus Ifan Sucipto/Medcom.id

Kejagung Tangkap Buronan Kasus korupsi

Nasional kasus korupsi
Media Indonesia.com • 26 Januari 2020 10:22
Jakarta: Tim gabungan intelijen Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Tinggi Bengkulu menangkap Hary Subagyo, 64. Dia merupakan buron perkara tindak pidana korupsi terkait pembangunan GOR Terpusat di Kabupaten Lebong tahun anggaran 2008-2009.
 
Hary divonis berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI Nomor 2860K/Pid.Sus/2015 tanggal 7 Juni 2016 yang merugikan keuangan negara Rp6,3 miliar.
 
“Penangkapan dilakukan 24 Januari 20202, pukul 12.00 WIB di kawasan Jakarta Timur,” kata Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Hari Setiyono dikutip dari Mediaindonesia.com, Minggu, 26 Januari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada hari yang sama terpidana langsung diterbangkan ke Bengkulu pukul 18.55 WIB dengan pengawalan tim Kejaksaan melalui Bandara Soekarno-Hatta untuk menjalani proses eksekusi di Kejati Bengkulu.
 
“Program Tangkap Buronan (Tabur) merupakan upaya optimalisasi penangkapan buron dalam rangka penuntasan perkara, baik tindak pidana umum maupun khusus,” jelas Hari.
 
Dalam program Tabur, kata dia, setiap Kejaksaan Tinggi di seluruh Indonesia ditargetkan minimal mengamankan satu buron setiap triwulan. Pada Periode 2018-2019 terdapat 371 buron yang diamankan melalui program tersebut.
 
“Penangkapan Hary Subagyo merupakan hasil kerja perdana Tim Tabur Kejaksaan Tinggi Bengkulu Tahun 2020.”
 
Berkenaan dengan perkara itu pula, buron lainnya Andi Reman Sugiyar menyerahkan diri ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Hal itu ia lakukan karena rekannya sudah tertangkap di Jakarta Timur.
 
“Terpidana Andi diamankan karena menyerahkan diri setelah mendengar rekan sesama terpidana ditangkap di kawasan Jakarta Timur oleh Tim Tabur gabungan­ Kejati Bengkulu dan AMC Kejaksaan Agung,” tutur Hari Setiyono.
 
Andi menyerahkan diri pada Sabtu 25 Januari 2020 pukul 09.05 WIB. “Selanjutnya, ia diterbangkan ke Bengkulu untuk dieksekusi,” ungkap Hari.
 

 

(FZN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif