Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid. Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto
Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid. Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto

Tes Wawasan Kebangsaan Pegawai KPK Dinilai Tak Sesuai Semangat Pendiri Bangsa

Nasional KPK ASN Badan Kepegawaian Negara Asesmen Nasional
Theofilus Ifan Sucipto • 07 Mei 2021 23:24
Jakarta: Tes wawasan kebangsaan bagi pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikritik. Pertanyaan dalam tes dinilai tidak sejalan dengan semangat pendiri bangsa.
 
“Pertanyaan wawasan kebangsaan yang termanifestasi dalam tes itu bukanlah wawasan kebangasan yang diwariskan pendiri bangsa,” kata Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid dalam diskusi virtual, Jumat, 7 Mei 2021.
 
Usman mencontohkan beberapa pertanyaan yang muncul dalam tes wawasan kebangsaan. Mulai dari meminta menjelaskan prestasi individu pegawai KPK, siapa orang paling berjasa dalam hidup, hingga alasan belum menikah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“(Pertanyaan) ini lahir dari pikiran-pikiran yang kerdil dari mereka yang selama ini bersembunyi di balik jubah kebangsaan,” papar dia.
 
(Baca: Pegawai KPK Tak Lulus Tes ASN Disarankan Diberi Kesempatan Kedua)
 
Usman mengamini wawasan kebangsaan diperlukan dalam hidup berbangsa. Wawasan kebangsaan mengharuskan masyarakat mencurahkan segenap kemampuan untuk meningkatkan keadilan dan kesejahteraan sosial.
 
“Pertanyaan dalam wawasan kebangsaan menimbulkan perpecahan bukannya membuncahkan rasa kesaudaraan di atas perjuangan melawan ketidakadilan,” tutur Usman.
 
Sebanyak 75 pegawai KPK dinyatakan gagal tes wawasan kebangsaan. Sementara itu, 1.274 pegawai dinyatakan lolos tes dan dua pegawai tidak mengikuti tes.
 
Tes wawancara wawasan kebangsaan perlu diikuti semua pegawai. Tes merupakan salah satu syarat menjadi aparatur sipil negara (ASN).
 
Tes untuk menjamin pegawai setia dengan Pancasila, NKRI, dan pemerintahan yang sah. Lalu, tidak terlibat dalam kelompok tertentu yang dilarang pemerintah dan bersih dari paham radikalisme.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif