Mantan Sekretaris Mahkamah Agung, Nurhadi. Antara/Sigid Kurniawan
Mantan Sekretaris Mahkamah Agung, Nurhadi. Antara/Sigid Kurniawan

Nurhadi Menanti Sidang Perdana di Pengadilan Tipikor Jakarta

Nasional mahkamah agung Kasus Suap Suap di MA
Fachri Audhia Hafiez • 14 Oktober 2020 14:27
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyelesaikan penyidikan kasus suap yang menjerat mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi Abdurrachman. Perkara Nurhadi segera disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.
 
Nurhadi akan diadili bersama menantunya, Rezky Herbiono. Kini JPU tengah menunggu penetapan majelis hakim dan jadwal sidang perdana.
 
"JPU akan menunggu penetapan hari sidang perdana dengan agenda pembacaan surat dakwaan," ujar kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri di Jakarta, Rabu, 14 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Nurhadi dan Rezky ditangkap pada 1 Juni 2020 usai buron. Nurhadi diduga menerima suap Rp33,1 miliar dari Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto lewat Rezky. Hiendra saat ini masih diburu KPK.
 
Baca: Nurhadi dan Menantu Segera Disidang
 
Suap dimaksudkan memenangkan Hiendra dalam perkara perdata kepemilikan saham PT MIT. Nurhadi juga diduga menerima sembilan lembar cek dari Hiendra terkait peninjauan kembali (PK) perkara di MA.
 
Selain itu, Nurhadi diduga mengantongi Rp12,9 miliar dalam kurun waktu Oktober 2014 sampai Agustus 2016. Gratifikasi diduga terkait pengurusan perkara sengketa tanah di tingkat kasasi dan PK di MA serta permohonan perwalian.
 
Nurhadi dan Rezky disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b subsider Pasal 5 ayat (2) lebih subsider Pasal 11 dan/atau Pasal 12B Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 
Sementara itu, Hiendra disangka melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b subsider Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif