Novanto Kenalkan Eni ke Kotjo
Setya Novanto usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta. Foto: Antara/Aprillio Akbar.
Jakarta: Mantan Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto mengaku mengenalkan Bos Blackgold Natural Resources, Johannes Budisutrisno Kotjo kepada mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eni Maulani Saragih. Sebelumnya, dia dan Kotjo sudah saling mengenal sejak lama.

Novanto yang dihadirkan sebagai saksi dalam sidang lanjutan kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-I dengan terdakwa Kotjo itu mengatakan, dia mengenalkan Eni kepada Kotjo sekitar akhir 2016. Saat itu, kata dia, Eni masih belum menduduki posisi wakil ketua komisi.

"Kalau tidak salah (dikenalkan) di ruangan fraksi dan Eni ada di situ. Beliau (Kotjo) ingin tahu masalah tambang," kata Novanto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 1 November 2018.


Novanto menjelaskan saat itu Kotjo memang ingin membicarakan masalah pertambangan terkait usahanya. Dia kemudian mengenalkan Kotjo kepada Eni yang komisinya berkaitan langsung dengan hal tersebut.

"Masalah tambang berkaitan dengan komisi VII, saya kenalkan kepada Eni, lalu mereka kenalan. Saya sampaikan seingat saya, saya ada tamu lain, tapi kelanjutan detail saya tidak tahu lagi," lanjut mantan Ketua DPR RI itu. 

Usai mengenalkan, Novanto lantas meninggalkan keduanya. Menurutnya, setelah itu Eni tak melaporkan hasil perbincangannya dengan Kotjo. 

Jaksa lantas mengonfirmasi, apakah Novanto menginstruksikan agar Eni mengawal proyek PLTU Riau-I yang digarap oleh perusahaan Kotjo. Awalnya, Novanto mengatakan, "Enggak, belum sampai ke situ."

Jaksa kemudian kembali bertanya, "Belum berarti akan?"

Mendapat pertanyaan kedua itu, Novanto tampak seperti gelagapan. 

Dalam sejumlah kesempatan, Eni mengatakan Novanto ikut terlibat dalam kasus tersebut. Menurut dia, Novanto juga menginstruksikannya untuk mengawal proyek itu. 

Dalam surat dakwaan jaksa terhadap Kotjo, terungkap jika Novanto dijanjikan jatah sebesar 24 persen atau US$6 juta (setara Rp91,1 miliar). Uang itu merupakan perjanjiana kontrak proyek PLTU Riau-I. Apabila proyek berjalan, Kotjo akan mengantongi fee US$25 juta (Rp379,59 miliar) atau sebesar 2,5 persen dari perkiraan nilai proyek US$900 juta yang akan dibagi-bagikan.  



(AZF)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id