Ratna akan Ajukan Permohonan Tahanan Kota Lagi

Siti Yona Hukmana 22 Oktober 2018 17:25 WIB
Kabar Ratna Dianiaya
Ratna akan Ajukan Permohonan Tahanan Kota Lagi
Ratna Sarumpaet, tersangka penyebaran cerita bohong. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Jakarta: Tersangka Ratna Sarumpaet berencana kembali mengajukan diri menjadi tahanan kota. Hal ini menyusul perpanjangan masa tahanan 40 hari. 

"Bisa jadi dalam waktu dekat ini kami akan lakukan hal itu (pengajuan tahanan kota) nanti," kata Kuasa Hukum Ratna, Insank Nasruddin, di Mapolda Metro Jaya, Senin, 22 Oktober 2018. 

Menurut dia, permohonan tahanan kota akan disampaikan pekan ini. Dia masih menunggu surat keputusan perpanjangan masa tahanan dari Polda Metro Jaya. 


"Kami menunggu suratnya. Lalu, penahanan (pertama) kan belum jatuh tempo 20 hari itu ya. Jatuhnya pada Rabu, 24 Oktober 2018," ujar dia.

Insank akan mengusulkan pengajuan tahanan kota dengan alasan kesehatan Ratna. Kondisi kesehatan Ratna diakuinya menurun semenjak ditahan.

"(Usulan untuk Ibu Ratna dirawat di rumah sakit luar) belum bisa saya katakan sekarang, karena mungkin kita bisa ajukan sebagai dasar-dasar kami dalam permohonan (tahanan kota) berikutnya," pungkas dia.

Sementara itu, Ratna telah mengajukan diri menjadi tahanan kota pada Minggu, 7 Oktober 2018. Namun, permohonan itu tidak diterima penyidik. 

Kini masa tahanan Ratna ditambah 40 hari. Pasalnya, penyidik masih membutuhkan keterangan Ratna. 

Baca: Ratna Dicecar soal Biaya Operasi Plastik

"Penahanan Ratna Sarumpaet ditambah 40 hari," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, Senin, 22 Oktober 2018. 

Ratna menjadi tersangka setelah menyebarkan informasi bohong dengan mengaku dianiaya sejumlah orang di Bandung, Jawa Barat pada Selasa, 21 September 2018. Namun, polisi menemukan pada tanggal itu Ratna sedang dirawat usai operasi plastik di Jakarta. 

Atas kebohongannya, ia dikenakan Pasal 14 Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 juncto Pasal 45 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Ia terancam hukuman 10 tahun penjara. 





(OGI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id