Komisioner Komnas HAM M Choirul Anam. Medcom.id/Candra Yuri Nuralam
Komisioner Komnas HAM M Choirul Anam. Medcom.id/Candra Yuri Nuralam

Bupati Nonaktif Langkat Mengakui Ada Korban Meninggal di Kerangkeng Rumahnya

Candra Yuri Nuralam • 08 Februari 2022 00:08
Jakarta: Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) rampung memeriksa Bupati nonaktif Langkat Terbit Rencana Perangin Angin terkait temuan kerangkeng manusia di rumahnya. Terbit mengakui ada korban meninggal dalam kerangkeng di rumahnya.
 
"Enggak ngomong jumlah orang tapi bahwa ada yang meninggal iya (mengakui)," kata Komisioner Komnas HAM M Choirul Anam di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Senin, 7 Februari 2022.
 
Anam mengatakan pihaknya mendata ada tiga orang yang meninggal di kerangkeng itu. Pihaknya kini sedang mendalami penyebab meninggalnya ketiga orang tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Anam juga belum bisa memerinci prosedur pemakaman yang dilakukan pembina dalam kerangkeng manusia itu. Saat ini, pihaknya masih mendalami prosedur yang dilakukan pembina kerangkeng saat ada korban yang meninggal.
 
"Nanti detailnya pascalaporan. Karena gini, ketika kita banyak mencari detail gitu enggak ada jaminan perlindungan saksi dan korban di lapangan. Kami muter terus di sana, ketika janji sudah mau dapat geser lagi, geser lagi (cari informasi)," ucap Anam.
 
Baca: Bupati Langkat Bela Diri Sebut Kerangkeng Manusia Tempat Pembinaan Ormas
 
Sebelumnya, Komnas HAM memeriksa Bupati nonaktif Langkat Terbit Rencana Perangin Angin terkait temuan kerangkeng manusia di rumahnya. Pemeriksaan berlangsung di Markas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, pukul 13.30 WIB.
 
"Proses ini merupakan bagian dari pendalaman atas peristiwa kerangkeng manusia dan merupakan hak dari Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Perangin Angin untuk menyampaikan berbagai keterangan dari perspektifnya," kata Komisioner Komnas HAM M Choirul Anam melalui keterangan tertulis, Senin, 7 Februari 2022.
 
Anam mengatakan Komnas HAM ingin mengulik alasan Terbit mengurung manusia di rumahnya. Pemeriksaan ini juga merupakan hak jawab untuk Terbit dari tudingan perbudakan modern di kerangkeng tersebut.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif