Adelin Lis saat dipindah dari rutan Salemba Cabang Kejaksaan Agung ke lapas Gunung Sindur, Bogor. istimewa
Adelin Lis saat dipindah dari rutan Salemba Cabang Kejaksaan Agung ke lapas Gunung Sindur, Bogor. istimewa

Polri Diminta Kejar Pengurus Paspor Palsu Adelin Lis

Nasional polri pembalakan liar Paspor Kemenkumham Adelin Lis
Media Indonesia.com • 15 September 2021 23:35
Jakarta: Koordinator Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman mendorong Mabes Polri mengusut dugaan pemalsuan paspor Adelin Lis. Boyamin menyebut pelaku kasus pembalakan liar yang buron 13 tahun itu ditangkap menggunakan paspor palsu dengan identitas Hendro Leonardi.
 
"Istilahnya paspor itu kan aspal, asli tapi palsu. Paspornya asli tapi keterangan di dalamnya palsu atau tidak benar. Maka itu memenuhi syarat pasal 263 maupun 266 KUHP dan itu harus diproses Mabes Polri. Karena ini tidak hanya membantu buron, diproses pemalsuan apalagi ini membantu buron," kata Boyamin seperti dikutip dari Media Indonesia, Rabu, 15 September 2021.
 
Dia menduga ada pihak yang membantu Adelin mengganti identitasnya. Boyamin menyebut penerbitan paspor atas nama Hendro Leonardi melibatkan banyak oknum, dari Ditjen Imigrasi hingga Kantor Imigrasi Jakarta Utara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Kejagung Pindahkan Adelin Lis ke Lapas Gunung Sindur Bogor
 
Boyamin menyebut ada data Ditjen Imigrasi yang menunjukkan Adelin Lis memegang paspor RI yang diterbitkan di Polonia, Medan, pada 2002. Selain itu, Adelin juga memegang paspor atas nama Hendro Leonardi yang diterbitkan di Jakarta Utara pada 2008.
 
Kemudian, Adelin juga memegang paspor atas nama Hendro yang diterbitkan di Jakarta Utara pada 2013 dan identitas serupa yang diterbitkan di Jakarta Selatan pada 2017. Boyamin mendesak pihak kepolisian untuk memproses kasus tersebut. Karena, oknum-oknum yang membantu juga harus dijerat hukum
 
Selain itu, Boyamin juga mendesak pengusutan terkait adanya dugaan transaksi dalam pelarian Adelin Lis. "Saya mendesak, mendorong kepolisian juga mendalami dugaan adanya transaksi di dalam penerbitan paspor aspal tersebut," kata dia.
 
Menurut Boyamin, jika terdapat bukti dan alat-alat bukti sudah cukup segera lakukan penetapan tersangka terhadap oknum Kemenkumham yang diduga membantu Adelin Lis berganti nama menjadi Hendro Leonardi. "Kalau Polri mendiamkan kasus ini, kami akan lakukan praperadilan," kata Boyamin.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif