Buron kasus korupsi cessie Bank Bali Djoko Sugiarto Tjandra. MI/Soleh
Buron kasus korupsi cessie Bank Bali Djoko Sugiarto Tjandra. MI/Soleh

Sidang PK Harus Disetop jika Djoko Tjandra Terus Mangkir

Nasional kasus korupsi
Candra Yuri Nuralam • 03 Juli 2020 07:58
Jakarta: Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan buronan kasus korupsi cessie (hak tagih) Bank Bali, Djoko Tjandra, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan diminta disetop jika dia terus mangkir dari persidangan. Djoko wajib hadir bila serius meminta keadilan dalam PK.
 
"Seharusnya yang patut pada sidang ketiga, jika tidak datang juga harusnya digugurkan," kata pakar hukum pidana Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar kepada Medcom.id, Jumat, 3 Juli 2020.
 
Fickar menilai PK yang diajukan Djoko hanya usaha melarikan diri dari eksekusi. Majelis hakim diminta tegas menghentikan PK demi kepastian hukum.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"PK dalam kasus ini bukan yang pertama kali, di mana ada Surat Edaran MA yang meminta untuk menolak PK atau upaya hukum lain yang diajukan oleh buronan (Djoko Tjandra)," ujar Fickar.
 
Djoko mendaftar pengajuan PK ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 8 Juni 2020. Sidang pertamanya dilangsungkan Senin, 29 Juni 2020.
 
Djoko tidak hadir dalam sidang perdananya. Ia mangkir karena sakit.
 
Baca: Djoko Tjandra Bisa Langsung Ditangkap Saat Hadiri Sidang PK
 
Djoko merupakan terdakwa kasus pengalihan hak tagih Bank Bali senilai Rp904 miliar yang ditangani Kejaksaan Agung. Kejaksaan pernah menahan Djoko pada 29 September 1999 hingga Agustus 2000. Namun, hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memutuskan ia bebas dari tuntutan karena perbuatannya bukan pidana melainkan perdata.
 
Kejaksaan mengajukan PK terhadap kasus Djoko ke Mahkamah Agung pada Oktober 2008. Majelis hakim memberi vonis dua tahun penjara dan harus membayar Rp15 juta untuk Djoko. Uang milik Djoko di Bank Bali Rp546,166 miliar dirampas negara. Imigrasi juga mencekal Djoko.
 
Djoko kabur dari Indonesia ke Port Moresby, Papua Nugini, pada 10 Juni 2009. Tepat sehari sebelum MA mengeluarkan putusan perkara. Kejaksaan kemudian menetapkan Djoko sebagai buronan.
 

(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif