Penyebar Hoaks Penculikan Teridentifikasi
Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto (tengah)/MTVN/Lukman Diah Sari
Jakarta: Penyebar hoaks penculikan sudah diketahui. Polisi tinggal menangkap pelaku yang memviralkan video informasi hoaks di dunia maya.

"Sudah ada lima akun sudah ketahuan, teridentifikasi.Ttinggal upaya paksa. Upaya paksa itu penangkapan," tegas Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jakarta, Jumat, 2 November 2018.

Pemilik akun penyebar hoaks penculikan berasal dari beberapa wilayah di Indonesia. Kebanyakan dari Pulau Jawa.


Jenderal bintang dua itu memastikan polisi meneliti keterkaitan antarakun. Mereka bakal menyelidiki akun dikelola sendiri-sendiri atau berkaitan satu sama lain.

Beberapa hoaks penculikan menyebar pada 19 Oktober 2018. Hoaks berupa fot pelaku penculikan anak di Pontianak itu nyatanya diambil dari kasus pencurian handphone di Desa Cipambuan, Kabupaten Bogor, 16 Oktober 2018.

Baca: Polri Buru Penyebar Hoaks Penculikan Anak

Hoaks lainnya berupa penculikan anak di Cakung, Jakarta Timur, Senin 21 Oktober 2018. Hoaks itu memuat kabar korban penculikan dikembalikan tiga hari kemudian dengan kondisi mata sudah diambil. Foto itu nyatanya gambar pelajar SD yang meninggal kelelahan pada 20 Oktober 2018.

Bocah tersebut kelelahan setelah bermain sepeda dari Ujung Menteng hingga Marunda. Lantaran tak cukup uang membeli minum, korban meminum air dari kamar mandi Dinas Kebersihan. Ia pingsan dan meninggal di rumah sakit.

Hoaks berikutnya yakni penemuan mayat pelajar SD di Kemayoran, Jakarta Pusat, dengan bagian organ yang diambil pada 24 Oktober 2018. Namun, foto korban yang digunakan merupakan temuan mayat diduga korban pemerkosaan dan pembunuhan di kebun sawit, Dusun Rejosari, Medan. Pelaku sudah ditangkap.

Viral pula anak SD yang dikabarkan diculik bernama Rizki Saputra. Muhamad Rizki bukan diculik melainkan sengaja pergi dari rumah karena hendak mencari ibunya. Ia berjalan kaki dari rumah hingga PLTU Ancol. Ia ditemukan warga dan diantar ke Pasar Nalu karena mengaku kediamannya berada di wilayah itu.

Selanjutnya, pada 17 Oktober 2018, viral kasus penculikan di Kabupaten Kerinci. Kasus tersebut nyatanya merupakan orang yang mengalami gangguan jiwa di Jambi. Foto yang digunakan berasal dari berita penculikan anak di Cianjur, 3 Maret 2017.

Informasi viral kasus penculikan anak yang tak hoaks hanya ada satu. Ada lagi kasus penculikan anak di Gianyar, Karangasem, Bali, pada 28 Oktober 2018. Kasus sudah ditangani.



(OJE)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id