Suasana sebelum sidang terdakwa Hercules Rosario Marshal - Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.
Suasana sebelum sidang terdakwa Hercules Rosario Marshal - Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.

Hercules Bawa Pasukan 60 Orang Paksa Duduki Lahan

Nasional premanisme
Fachri Audhia Hafiez • 23 Januari 2019 13:36
Jakarta: Direktur PT Nila Alam Indah, Indra Cahya Zainal mengaku lahan miliknya diserobot oleh anak buah Hercules Rosario Marshal. Saat kejadian, Hercules membawa puluhan orang.
 
"Ya diserobot 8 Agustus 2018 pagi," kata Indra saat bersaksi buat terdakwa Hercules di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Palmerah, Rabu, 23 Januari 2019.
 
Indra mengungkapkan saat kejadian dia ditelepon karyawannya yang berada di lahan PT Nila Alam Indah. Saat itu, sekolompok orang datang membawa senjata tajam. Mereka masuk ke lahan secara paksa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Karyawan saya telepon dikasih tahu ada rombongan Hercules banyak sekali, ada 60 orang lebih. Masuk ke lokasi bawa plang," ujar Indra.
 
Plang itu tertulis 'Hak Milik Berdasarkan Putusan Mahkamah Agung Nomor 90 Tahun 2003, tanah ini milik Thio Ju Auw bersaudara kuasa hukum Sopian Sitepu, SH serta kuasa lapangan Hercules'.
 
"Ditulis seolah-olah tanah mereka, ahli waris milik yang kuasai lapangan. Ada dipasang papan (plang) ada dua di lahan PT Nilam," ujar Indra.
 
Hercules Rozario Marshal didakwa membantu mengambil alih lahan PT Nila Alam Kalideres. Pemberian kuasa untuk mengambil alih lahan bermula dari terdakwa Hendy Musawan yang bertemu dengan salah satu anggota kelompok Hercules bernama Fransisko Soares Rekardo alias Bobi.
 
(Baca juga:Hercules Terancam 7 Tahun Penjara)
 
Hendy terlebih dulu menemui Fransisko Soares Rekardo alias Bobi untuk meminta bantuan mengambil alih lahan, yang menurut putusan Peninjauan Kembali milik Thio Ju Auw cs.
 
Bobi yang tidak bisa membaca dan menulis, meminta bantuan kepada terdakwa Hercules mengeksekusi mengambil alih lahan.
 
Hercules sempat meminta pendapat kepada penasihat hukum Hendy, Sopian Sitepu. Hendy merupakan ahli waris dari Thio Ju Auw bersadarkan PK (Peninjauan Kembali) Nomor 90 PK/Pdt/2003 pada tanggal 26 Oktober 2004. PK itu dijadikan dasar untuk melakukan penguasaan lahan.
 
Kemudian Hercules memerintahkan 60 anak buahnya yang dikumpulkan oleh Bobi untuk melakukan penguasaan lahan pada 8 Agustus 2018 sekitar pukul 10.00 WIB. Mereka melakukan aksi premanisme dan pendudukan lahan dengan ancaman membawa senjata tajam.
 
Atas perbuatannya, Hercules disangkakan melanggar Pasal 170 ayat 1 KUHP junto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP. Kedua, Pasal 335 ayat (1) ke-1 KUHP junto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. Ketiga, Pasal 167 ayat (1) KUHP junto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.
 

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif