ICW Minta KPK Mengawasi Data Beras
Ilustrasi. Foto: MI/Panca Syurkani
Jakarta: Indonesia Corruption Watch (ICW) mendorong Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengawasi data produksi beras. Perbedaan data beras antara Badan Pusat Statistik (BPS) dengan Kementerian Pertanian (Kementan) perlu diselisik, jangan sampai merugikan keuangan negara. 

Koordinator Divisi Riset ICW Firdaus Ilyas berpendapat kejadiannya ini harusnya diinvestigasi secara komprehensif agar tak berulang di masa mendatang. "KPK harusnya menindaklanjuti perbedaan data ini," kata dia, seperti dilansir Antara, Kamis, 25 Oktober 2018.

Firdaus meminta KPK melakukan pengecekan silang berdasarkan data yang dikeluarkan BPS dan Kementan. “Kalau dikatakan metodenya yang berbeda, kan yang di-sampling dan disurvei itu sama. Apalagi untuk data nasional. BPS itu kan dibentuk oleh undang-undang. Badan ini memiliki kewenangan untuk mengumpulkan data per instansi dan menjadi pusat data untuk nasional," kata Firdaus. 


ICW juga mendesak DPR untuk mendorong Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan audit komprehensif terkait neraca pangan di Indonesia. "Perlu juga diperiksa bagaimana kinerja penanganan pangan di Indonesia agar didapatkan gambaran awal persoalan."

BPS  menyatakan surplus produksi beras pada 2018 sebesar 2,8 juta ton. Angka ini jauh di bawah data atau perhitungan Kementan. Berdasarkan laman resmi Kementan, surplus beras tahun ini sebesar 13,03 juta ton. Perhitungan tersebut didapat dari produksi beras 2018 sebesar 80 juta ton atau 46,5 juta ton setara beras.  Sementara total konsumsi beras nasional hanya 33,47 juta ton.

Pengamat politik dari Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin menilai perbedaan data ini merupakan persoalan yang berlarut-larut. Selalu muncul dari tahun ke tahun. 

Ujang meminta Presiden segera mengevaluasi jajarannya agar persoalan ini tak berulang. "Jika memang ada indikasi korupsi, presiden mestinya segera mengevaluasi," kata dia.





(UWA)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id