Pejabat Kementan Dituntut 8 Tahun Penjara
Terdakwa kasus korupsi Eko Mardiyanto - MI/Mohamad Irfan.
Jakarta: Staf Sub Bagian Rumah Tangga Bagian Umum Sekretariat Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Eko Mardiyanto dituntut delapan tahun penjara. Eko juga dituntut membayar denda Rp300 juta subsider empat bulan kurungan.

Eko dinilai telah menyalahgunakan wewenangnya, terkait pengadaan fasilitas sarana budidaya mendukung pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT)  untuk belanja barang fisik lainnya.

"Agar majelis hakim pengadilan tindak pidana korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memutuskan terdakwa Eko Mardiyanto secara sah dan meyakinkan secara hukum bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama," kata jaksa penuntut umum KPK Luki Dwi Nugroho di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu, 7 November 2018.


Jaksa Luki mengatakan, Eko tidak mendukung program pemerintah dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dari Korupsi Kolusi Nepotisme (KKN). Selain itu Eko tidak mengakui perbuatannya dan telah menikmati hasil korupsi tersebut.

Eko juga dituntut membayar uang pengganti sejumlah Rp1,05 miliar selambatnya satu bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap.

"Jika dalam waktu tersebut tidak dibayar maka harta benda terdakwa disita dan dilelang untuk menutupi uang pengganti, dalam hal terdakwa tidak punya harta yang cukup untuk membayar uang pengganti, terdakwa dipidana penjara selama tujuh bulan," ujar Jaksa Luki.

Dalam tuntutan itu disebutkan, Eko bersama-sama dengan Direktur Utama PT Hidayah Nur Wahana (HNW) Sutrisno, Dirut PT Karya Muda Jaya Ahmad Yani, Nasser Ibrahim dan Dirjen Holtikultura Hasanuddin Ibrahim telah merugikan keuangan negara senilai Rp12,947 miliar.

Eko disangka melanggar Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.





(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id