Ketua KPK Firli Bahuri. Foto: Istimewa
Ketua KPK Firli Bahuri. Foto: Istimewa

Firli: Pemberantasan Korupsi Bukan Fiksi

Nasional KPK kasus korupsi Pemberantasan Korupsi
Candra Yuri Nuralam • 25 April 2022 06:24
Jakarta: Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri yakin sikap koruptif bisa hilang di Indonesia. Sebab, upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan KPK selama ini bukan sekadar fiksi.
 
"Saya berpendapat bahwa pemberantasan korupsi bukan sesuatu yang misterius, bukan sesuatu yang irasional yang membuat segala tindakan atasnya tampak seperti fiksi dan sia-sia. Karena korupsi itu nyata dan ada di sekitar kita," kata Firli melalui keterangan tertulis, Minggu, 24 April 2022.
 
Firli mengatakan tindakan korupsi merupakan hal nyata yang terjadi di Indonesia. Korupsi bisa dibasmi dengan cara yang efektif.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia mengaku terus memutar otak untuk menciptakan formula pemberantasan korupsi yang mujarab. Firli yakin usahanya bukan khayalan belaka.
 
"Bagi saya pemberantasan korupsi itu rasional, dia kalkulatif, terukur secara matematis, dan dapat dijelaskan berdasar kerangka teoritis dan aplikasi teknis. Sehingga upaya penanganannya pun nyata tidak utopia," ujar Firli.
 
Firli meyakini formula pemberantasan korupsi merupakan perlindungan sistem. Sistem yang kuat harus diciptakan untuk memantau perilaku manusia.
 
"Manusia kerja terbatas, sementara sistem bekerja terus menerus tanpa henti 7 hari 24 jam," ucap Firli.
 
Baca: Ketua KPK Harap 55 Jaksa Baru Perkuat Orkestrasi Pemberantasan Korupsi
 
Firli mengatakan sistem yang buruk akan terlihat jika adanya tindakan korupsi yang terbongkar dalam sebuah pemerintahan. Kebobrokan itu harus langsung dibarengi dengan perbaikan sistem agar korupsi tidak terulang.
 
"Bukan justru merusak kerja sistem karena pada sistem kita berharap segala abuse dan penyimpangan dalam dirinya akan dikoreksi sendiri oleh sistem," tutur Firli.
 
Menurut dia, sistem yang baik bisa membuat orang tidak berani korupsi meski tak ada mata yang melihat. Sistem yang seperti itu yang tengah dicari KPK.
 
"Sistem yang baik adalah sistem yang menyadari celah deviasi akibat sifat dasar manusia yang bebas, namun mampu menutup tiap jengkal dari celah tersebut, sehingga tak ada ruang bagi manusia untuk melampaui sistem, apalagi merusaknya," kata Firli.
 
KPK berjanji segera menjelaskan ke masyarakat jika sudah menemukan sistem yang sesuai. Lembaga Antikorupsi bakal berusaha meracik sistem terbaik untuk menutup celah korupsi di seluruh daerah.
 
"Saya kira langkah sukses pencegahan korupsi dengan perbaikan sistem itu jauh lebih penting. Di samping upaya pencegahan korupsi, membangun budaya antikorupsi melalui pendidikan masyarakat itu juga lebih fundamental untuk dilaksanakan," ujar Firli.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif