Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dok: MI
Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dok: MI

Firli Cs Ingin Ubah Sistem Pemeriksaan Saksi

Nasional kpk
Kautsar Widya Prabowo • 27 Januari 2020 19:44
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ingin mengubah sistem pemanggilan dan pemeriksaan saksi. Sistem sekarang dinilai subjektif.
 
"Kita tidak mau pemanggilan saksi hanya didasarkan dari pertimbangan penyidik. Pimpinan harus mengetahui dalam kapasitas apa seorang saksi dipanggil," kata Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolangon di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Senin, 27 Januari 2020.
 
Nawawi menegaskan, pemanggilan saksi harus berlandaskan Pasal 1 angka 26 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yakni saksi merupakan pihak yang mendengar, melihat, dan mengalami secara langsung.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Peraturan tersebut akan disesuaikan dengan sistem yang diterapkan oleh direktur penyidikan. Nawawi menyebut pimpinan lain sepakat dengan wacana tersebut.
 
"Insyaallah dalam dua sampai tiga hari ini kita akan memanggil (direktur penyidikan) mempertanyakan," kata dia.
 
Nawawi juga berencana memangkas waktu pemeriksaan saksi. Menurut dia, idealnya penyidik meminta keterangan saksi maksimal enam hingga tujuh jam.
 
"Ada seseorang diperiksa lebih 12 sampai 14 jam. Itu yang ditanyain apa? Kami ingin penyidik kerja betul-betul profesional," kata dia.
 
Dia menyebut penyidik harus memiliki daftar pertanyaan yang akan dilontarkan kepada saksi hingga ahli terkait. Bahkan daftar pertanyaan harus disampaikan ke pimpinan KPK.
 
"Jadi begitu mereka datang, cukup dipaparkan pertanyaan yang sudah kami siapkan, untuk kepentingan apa mereka dipanggil, dengan begitu kami bisa mengirit waktu pemeriksaan terhadap tersangka," kata dia.
 
Mantan hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat itu menilai saksi yang menjalani pemeriksaan terlalu banyak. Ke depan harus ada pembatasan pemanggilan saksi.
 
"Ada sebuah perkara sampai 80 sampai 100 saksi. Di sidang, kita dengar itu paling 20 orang sudah cukup. (Akhirnya) berkas jadi tebal," pungkasnya.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif