Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Polri Pelototi Wilayah Rawan Selama Masa PSBB

Nasional Virus Korona
Kautsar Widya Prabowo • 07 April 2020 08:21
Jakarta: Polri tengah memetakan wilayah yang diduga rawan kriminal selama masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Ini dilakukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di tengah pandemi virus korona (covid-19).
 
Instruksi tersebut diatur dalam surat telegram bernomor ST/1098/IV/HUK.7.1/2020 tertanggal 4 April 2020 yang diterbitkan Kapolri Jenderal Idham Azis. Telegram berisi pedoman penangan kejahatan.
 
"Surat ini dimaksudkan untuk menentukan zona yang dianggap rawan dan tidak," kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin, 6 April 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Setelah dilakukan pemetaan, kata Asep, polri akan menentukan penempatan personel di wilayah rawan kejahatan termasuk cara penindakan. Sehingga polisi dapat efektif menangani berbagai persoalan selama pemberlakuan PSBB.
 
Telegram itu juga mengatur tiga eskalasi penegakan hukum dalam pembubaran kerumunan. Pertama, menuruti instruksi pembubaran oleh petugas. Kedua, masyarakat yang menolak dibubarkan. Ketiga, masyarakat yang melawan saat pembubaran.
 
Baca: Polri Memperketat Pengawasan Kedatangan TKI
 
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Idham Azis meminta jajarannya mengidentifikasi dan memetakan kemungkinan terjadinya kejahatan selama wabah covid-19. Petugas diarahkan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak swasta untuk memasang kamera pengintai di lokasi rawan kejahatan. Jajaran polri juga diinstruksikan untuk melakukan kampanye melawan kejahatan jalanan.
 
Salah satu modus operandi kejahatan yang bisa terjadi saat ini adalah berpura-pura menjadi petugas disinfektan. Jajaran polri diminta mengaktifkan 'Kring Serse' dan patroli dengan sasaran kejahatan jalanan, pungli, dan premanisme utuk mengantisipasi berbagai modus kejahatan.
 
Polri juga diminta mengantisipasi ancaman dan kejahatan yang semakin kompleks dengan memantau media sosial untuk menindak penyebar konten hoaks dan ujaran kebencian. Petugas pun harus mengantisipasi penolakan pemakaman jenazah pasien covid-19.
 
Untuk menimbulkan efek jera, jajaran polri diminta melaksanakan penegakan hukum dengan baik dan mengumumkannya kepada publik mengenai kasus-kasus yang berhasil diungkap. Langkah ini harus diambil untuk mencegah terjadinya kejahatan serupa di kemudian hari.
 

(JMS)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif