Ilustrasi Mahkamah Agung. MI/Bary Fathahilah
Ilustrasi Mahkamah Agung. MI/Bary Fathahilah

MA Didesak Bentuk Tim Investigasi Internal Kasus Nurhadi

Nasional kpk mahkamah agung Suap di MA
Fachri Audhia Hafiez • 21 September 2020 13:10
Jakarta: Mahkamah Agung (MA) didesak membentuk tim investigasi internal kasus dugaan korupsi yang menjerat mantan Sekretaris MA Nurhadi. Tim ini dibentuk guna menelusuri keterlibatan pejabat internal MA yang terlibat praktik rasuah
 
"Ketua MA (M Syarifuddin) segera membentuk tim investigasi internal untuk menyelidiki lebih lanjut perihal keterlibatan oknum lain dalam perkara yang melibatkan Nurhadi," kata peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Kurnia Ramadhana, dalam keterangan tertulis, Senin, 21 September 2020.
 
MA turut diminta kooperatif mengusut tuntas kasus Nurhadi. Sebab, pihak MA dinilai belum ada iktikad kerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk membongkar praktik korupsi di internalnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penilaian ini disampaikan ICW merujuk pada resistensi MA saat KPK memanggil para hakim agung sebagai saksi. MA berdalih menggunakan Surat Edaran MA (SEMA) Nomor 04 Tahun 2002 tentang Pejabat Pengadilan yang Melaksanakan Tugas Yustisial Tidak Dapat Diperiksa, Baik sebagai Saksi atau Tersangka Kecuali yang Ditentukan oleh Undang-Undang.
 
"Tidak tepat jika dalih SEMA digunakan untuk menghindari proses pemeriksaan di KPK," ujar Kurnia.
 
Baca: KPK Masih Buru Penyuap Nurhadi
 
Kurnia mengatakan MA seharusnya menerapkan asas tidak diperlakukan khusus di hadapan hukum atau equality before the law. Sejalan dengan Pasal 112 KUHAP yang mengatur bahwa penyidik dapat memanggil saksi maupun tersangka dan kedua subjek tersebut wajib hukumnya memenuhi panggilan penegak hukum.

 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif