Konferensi pers terkait klinik aborsi di Senen. Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Konferensi pers terkait klinik aborsi di Senen. Medcom.id/Siti Yona Hukmana

Polisi Sita Uang Rp51 Juta di Klinik Aborsi Senen

Nasional aborsi ilegal
Siti Yona Hukmana • 18 Agustus 2020 15:44
Jakarta: Penyidik Polda Mero Jaya menyita uang puluhan juta di klinik aborsi milik SWS di Jalan Raden Saleh, Kenari, Senen, Jakarta Pusat. Klinik yang beroperasi selama kurang lebih lima tahun itu telah melayani 2.638 pasien.
 
"Kita dapatkan amplop untuk satu bulan terakhir berisi Rp51.800.000," ungkap Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa, 18 Agustus 2020.
 
Tubagus mengungkapkan klinik melayani lima sampai tujuh pasien sehari. Dalam sebulan, klinik bisa meraup uang puluhan juta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Setidak-tidaknya dalam satu bulan kurang lebih Rp70 juta. Dalam satu bulan bersih (keuntungan itu), artinya sudah pengeluaran lain," beber dia.
 
Dia menjelaskan pembagian keuntungan tergantung peran masing-masing. Mereka ialah dokter, perawat, bidan, pengelola, hingga calo.
 
"Jasa medis dan calo 40 persen, sementara pengelola 20 persen," ujar Tubagus.
 
(Baca: Klinik Aborsi di Senen Digrebek)
 
 
 

Subdit 3 Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menggerebek praktik aborsi tidak sesuai ketentuan di Klinik Dr. SWS, Jalan Raden Saleh, Kenari, Senen, Jakarta Pusat, Senin, 3 Agustus 2020. Sebanyak 17 orang ditangkap.
 
"Ini adalah klinik resmi dengan izin yang ada. Tapi dokternya tidak ada izin praktik," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa, 18 Agustus 2020.
 
Tersangka dijerat Pasal 299 KUHP dan atau Pasal 346 KUHP dan atau Pasal 348 ayat (1) KUHP dan atau Pasal 349 KUHP dan atau Pasal 194 Jo Pasal 75 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan dan atau Pasal 77A jo Pasal 45A Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Tersangka diancam hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp1 miliar.
 
(REN)
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif