PT Asuransi Jiwasaraya (Persero). Foto: MI/Ramdani
PT Asuransi Jiwasaraya (Persero). Foto: MI/Ramdani

21 Saksi Diperiksa Kejagung Terkait Korupsi Jiwasraya

Nasional Jiwasraya
Siti Yona Hukmana • 10 Juli 2020 08:34
Jakarta: Sebanyak 21 orang diperiksa penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung). Mereka diperiksa sebagai saksi kasus dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya (Persero).
 
"Sebanyak 21 orang itu kita periksa kemarin untuk tersangka 13 korporasi dan pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Fakhri Hilmi," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Hari Setiyono saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat, 10 Juli 2020.
 
Ke-21 saksi yang diperiksa, yakni Direktur PT OSO Manajemen Investasi, Niko Tjahyoasi; Fund Admin PT OSO Manajemen Investasi, Siska; dan Direktur Utama PT OSO Management Investasi Rusdi Oesma. Ketiganya diperiksa untuk tersangka korporasi PT OSO Management Investasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selanjutnya, anggota Komite Investasi PT Prospera Asset Management, Joanes Maryana. Dia diperiksa untuk tersangka korporasi PT Prospera Asset Management.
 
Lalu, anggota Komite Investasi PT Millenium Capital Management, Hendry F.S Lambe. Dia diperiksa untuk tersangka korporasi PT Millenium Capital Management.
 
Kemudian, agen PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rosita; staf dari PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Syifa; karyawan PT Asuransi Jiwasraya, Lusiana, Mohammad Rommy, Anggoro Sri Setiaji dan Agustin Widhiastuti. Mereka diperiksa untuk tersangka korporasi PT Pinnacle Persada Investama.
 
Selanjutnya, Dirut PT Dhanawibawa Arthacemerlang, Sugianto Budiono. Dia diperiksa sebagai saksi untuk tersangka korporasi PT Pan Arcadia Capital.
 
Kemudian, dua pegawai PT Maybank asset Management atau anggota Tim Pengelola Investasi Reksa Dana Maybank Dana Ekuitas Syariah, Zaki Aulia dan Jimmy Richard Nadapdap. Keduanya diperiksa untuk tersangka korporasi PT Maybank Asset Management.
 
Baca: Pejabat OJK dan Perusahaan Sekuritas Diperiksa Terkait Jiwasraya
 
Lalu, anggota Tim Pemeriksa pada DPKM OJK, Cherry Rianadiana; Kasubag Pemeriksa Transaksi dan Lembaga Efek II pada OJK, Siti Hidayatul Badi; Kasubag pada DPKM OJK, Korana Yudha, Atam Mustofa, dan Heru Subekti. Mereka diperiksa untuk tersangka Fakhri Hilmi.
 
Terakhir, dua Direktur PT Trimegah Sekuritas Indonesia, David Agus dan Syafriandi Armand Saleh. Keduanya diperiksa untuk penyidikan awal.
 
Hari mengatakan keterangan ke-14 saksi sebagai pengurus maupun sebagai karyawan perusahaan Manager Investasi serta karyawan Asuransi Jiwasraya diperlukan untuk mengungkap peran pihak yang terlibat dalam kasus ini. Ini berkaitan dengan jual beli saham dari pengelolaan keuangan dan dana investasi pada Jiwasraya yang terjadi di Bursa Efek Indonesia (BEI).
 
Sedangkan lima saksi untuk tersangka Fakhri Hilmi guna mengetahui pelaksanaan tugas tersangka sebagai Kepala Departemen Pengawas Pasar Modal 2 A tahun 2014 -2017. Khususnya, dalam kaitannya dengan proses pengawasan jual beli saham dari pengelolaan keuangan dan dana investasi pada Jiwasraya yang terjadi di BEI oleh OJK.
 
"Dua orang saksi dari PT Trimegah Sekuritas untuk penyidikan umum, diperiksa guna mencari alat bukti untuk membuktikan perbuatan pidana para tersangka, baik korporasi maupun perorangan yang dapat dimintakan pertanggungjawabannya atas kerugian keuangan negara pada pengelolaan keuangan dan dana investasi Jiwasraya," kata Hari.
 
Sebelumnya, Kejagung menetapkan 13 korporasi sebagai tersangka korupsi PT Asuransi Jiwasraya. Ke-13 manajemen investasi (MI) yang ditetapkan sebagai tersangka itu, yakni PT Dana Wibawa Management Investasi, PT Oso Management Investasi, PT Pinnacle Persada Investasi, PT Millenium Danatama, PT Prospera Aset Management, PT MNC Asset Management, PT Maybank Aset Management, PT GAP Capital, PT Jasa Capital Asset Management, PT Corvina Capital, PT Teasure Fund Investama, PT Sinar Mas Asset Management dan PT Pool Advista.
 

(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif