Gubernur Papua Lukas Enembe/Branda Antara
Gubernur Papua Lukas Enembe/Branda Antara

Yok Bisa Yok, KPK-Polri Dimungkinkan Jemput Paksa Lukas Enembe

Candra Yuri Nuralam • 03 Oktober 2022 07:37
Jakarta: Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjemput paksa Gubernur Papua Lukas Enembe. Penjemputan paksa diminta disegerakan sebelum Polri menarik pasukannya dari Papua.
 
"KPK harus memanfaatkan secara maksimal bantuan Polri ini," kata Koordinator MAKI Boyamin Saiman kepada Medcom.id, Senin, 3 Oktober 2022.
 
Boyamin meminta Lembaga Antikorupsi itu memanfaatkan momentum. KPK bakal kesulitan menjemput Lukas jika pasukan Polri tidak di sana.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Khawatirnya nanti akan lebih sulit jika pasukan Polri tersebut ditarik ke markasnya masing-masing," ujar Boyamin.
 

Baca: Yang Adil Dong KPK! Lukas Enembe Mesti Diperiksa di Jakarta


Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyiapkan ribuan anak buahnya di Papua. Ribuan personel itu disiagakan untuk mengamankan proses penjemputan paksa Gubernur Papua Lukas Enembe.
 
"Terkait kasus Lukas Enembe, kami sudah menyiapkan 1.800 personel di Papua," kata Listyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 30 September 2022.
 
Listyo mengatakan pihaknya tengah menunggu permintaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sebanyak 1.800 anggota itu bakal mengamankan penjemputan paksa bila dapat permintaan dari Lembaga Antirasuah.
 
(ADN)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif