Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Adi Deriyan - MTVN/ M Sholahadhin Azhar
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Adi Deriyan - MTVN/ M Sholahadhin Azhar

Polisi Baru Tetapkan Satu Tersangka Dana Kemah

Nasional kasus korupsi
Siti Yona Hukmana • 26 April 2019 14:30
Jakarta: Penyidik Subdit Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya telah menetapkan seorang tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana kemah dan apel Pemuda Islam Indonesia. Namun, sosok tersangka itu belum bisa diumumkan.
 
"(Kita telah tetapkan) satu orang tersangka," kata Dirkrimsus Polda Metro Jaya Kombes Adi Deriyan di Polda Metro Jaya, Jumat, 26 April 2019.
 
Adi mengatakan, tak menutup kemungkinan ada tersangka lain. Ia dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tengah melakukan penyidikan di Yogyakarta. "Nanti bisa ada tersangka lain," ujar Adi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lebih lanjut, terkait kasus ini polisi telah mengantongi jumlah kerugian negara yang diaudit oleh BPK. Totalnya, Rp1 miliar.
 
"Kita sudah bekerja sama dengan pihak auditor dan auditor sudah melakukan audit dan mudah-mudahan hasil audit lapangan yang dilakukan auditor dengan pihak kita meyakini bahwa nilai kerugian negara Rp1 miliar lebih lah," beber Adi.
 
Ketua Panitia dari acara kemah dan apel Pemuda Islam Indonesia itu yakni Ahmad Fanani sedianya diperiksa pada Rabu, 24 April 2019. Kemudian, Mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak pada Kamis, 25 April 2019. Namun, keduanya mangkir. Adi menegaskan akan menjemput paksa pihak tersebut.
 
"Kita sudah melakukan pemanggilan-pemanggilan terhadap orang-orang yang kemarin ketika kita mau lakukan pemeriksaan yang bersangkutan tidak hadir. Kita sesuai KUHP, kalau dipanggil dia tidak hadir, kita jemput," tukas Adi.
 
Baca: Dahnil Anzar Kembali Diperiksa Terkait Dana Kemah
 
Sejauh ini, polisi juga telah memeriksa belasan saksi di Yogyakarta selain Ahmad Fanani dan Dahnil Anzar. Penyidik langsung mendatangi saksi di Yogyakarta bersama anggota BPK. Pemeriksaan saksi di Yogyakarta ini untuk pengecekan secara langsung ke lokasi kegiatan tersebut.
 
"Sekarang lagi di Yogyakarta, jadi kalau nanti itu oke, kan kita mengajukan beberapa temuan, hasil penyelidikan, yang kita indikasikan sebagai wujud kerugian negara, nah sekarang pihak auditor melakukan pengecekan secara langsung, bahwa tidak semerta-merta hanya menerima informasi dari penyidik," tutur Adi.
 

(YDH)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif