Idrus Mengakui Ada Pembagian Jatah Uang
Mantan Sekjen Partai Golkar Idrus Marham. Foto: ANT/Reno Esnir
Jakarta: Mantan Sekjen Partai Golkar Idrus Marham mengakui adanya pembicaraan jatah uang terkait proyek PLTU Riau-I. Idrus mengetahui hal tersebut dari mantan Wakil Ketua Komisi VII Eni Maulani Saragih.

"Tentang bagi-bagi itu (pernah dibahas). Tapi saya kaget ada pembicaraan seperti itu," jelas Idrus saat bersaksi untuk terdakwa Johannes Budisutrisno Kotjo dalam sidang lanjutan kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-I, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 1 November 2018.

Menurut Idrus, Eni menyampaikan pembicaraan tersebut bersama Direktur PT PLN (Persero) Sofyan Basir. Namun, dia buru-buru mengalihkan topik pembicaraan kala Eni membahas jatah uang.


Idrus mengaku awalnya tak mengetahui secara rinci soal jatah uang itu. Eks Menteri Sosial itu baru mengetahui rincian pembagiannya dari pemberitaan di media massa.

"Setelah saya dalami ada sekian persen, kemudian yang lain-lain juga sekian persen," jelas Idrus.

Kotjo didakwa menyuap Eni dan mantan Menteri Sosial Idrus Marham sebesar Rp4.750.000.000. Suap kepada dua elite Partai Golkar itu dilakukan bertahap dari akhir 2017 hingga Juli 2018.

Suap diberikan pada 18 Desember 2017; 14 Maret 2018; 8 Juni 2018; dan 13 Juli 2018. Fulus diberikan agar Eni dan Idrus memuluskan BlackGold Natural Recourses Limited sebagai pemenang lelang pembangunan PLTU Riau-1.




(AZF)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id