Mantan Bendahara Pemuda Muhammadiyah Ahmad Fanani. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Mantan Bendahara Pemuda Muhammadiyah Ahmad Fanani. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana

Pemuda Muhammadiyah Beri Bantuan Hukum untuk Ahmad Fanani

Nasional kasus korupsi
Siti Yona Hukmana • 27 Juni 2019 16:18
Jakarta: Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah siap memberikan bantuan hukum untuk kadernya, Ahmad Fanani. Fanani ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana apel dan kemah pemuda Islam Indonesia.
 
"Ketum Pemuda Muhammadiyah Cak Nanto (Sunanto) memberi mandat kepada kami Bidang Hukum dan HAM PP Pemuda Muhammadiyah untuk memberikan pendampingan hukum kepada Saudara Fanani," kata Ketua Hukum dan HAM Pemuda Muhammadiyah Razikin Juraid melalui keterangan tertulisnya, Jakarta, Kamis, 27 Juni 2019.
 
Pimpinan Pemuda Muhammadiyah terkejut mendapat kabar dari penyidik Subdit Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya, Fanani ditetapkan sebagai tersangka. Namun, organisasi kepemudaan Muhammadiyah itu menghormati proses hukum dengan mengedepankan prinsip praduga tak bersalah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami menyakini saudara Ahmad Fanani akan berjiwa satria menyelesaikan kasus ini dengan seterang-terangnya. Sehingga, tidak perlu takut jika tidak merasa bersalah," ujar Razikin.
 
Pemuda Muhammadiyah berharap kasus ini dapat diselesaikan secepatnya. Sebab, kasus korupsi ini merupakan aib dan menjadi beban berat bagi seluruh kader serta pimpinan Pemuda Muhamamdiyah.
 
Baca:Eks Bendahara Pemuda Muhammadiyah Jadi Tersangka
 
Di sisi lain, Pemuda Muhammadiyah menghindari upaya-upaya mendeligitimasi proses penegakan hukum. Hal itu hanya akan menjadi preseden buruk bagi kehidupan demokrasi dan spirit berjemaah melawan korupsi.
 
"Sejak periode Dahnil Anzar (eks Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah), kita tegas melawan korupsi dan tidak menoleransi prilaku koruptif. Semua ini dilakukan dalam semangat menjaga muruah nama besar Pemuda Muhammadiyah," kata dia.
 
Fanani ditetapkan sebagai tersangka pada pekan lalu setelah penyidik melakukan gelar perkara. Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) juga telah dikirim ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Dalam kasus itu, Fanani diduga merugikan negara hingga Rp1,7 miliar.
 
Sebelum penetapan tersangka, polisi telah memeriksa belasan saksi di Yogyakarta. Mereka yakni sejumlah panitia yang terlibat dalam kegiatan apel dan kemah pemuda Islam Indonesia tersebut.
 
Kasus dugaan korupsi dana kemah telah naik ke tahap penyidikan. Polisi menduga ada penggelembungan dana dalam laporan pertanggungjawaban (LPJ) Pemuda Muhammadiyah.
 
Pemuda Muhammadiyah sempat mengembalikan uang Rp2 miliar kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), karena dituding menilap uang. Namun Kemenpora mengembalikan cek Rp2 miliar itu. Alasannya, tak ditemukan permasalahan dalam kegiatan kemah pemuda berdasarkan laporan hasil pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
 
Kegiatan kemah dan apel pemuda Islam Indonesia ini diselenggarakan di pelataran Candi Prambanan, Jawa Tengah pada 16-17 Desember 2017. Kegiatan ini diinisiasi Kemenpora, dan dilaksanakan oleh Pemuda Muhammadiyah bersama Gerakan Pemuda (GP) Anshor. Masing-masing organisasi diberikan dana Rp2 miliar untuk menggelar acara tersebut.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif