Wakil Ketua Komisi VIII Ace Hasan Syadzily. Foto: Medcom.id/M Sholahadhin Azhar
Wakil Ketua Komisi VIII Ace Hasan Syadzily. Foto: Medcom.id/M Sholahadhin Azhar

DPR Akan Panggil Kemenag Terkait First Travel

Nasional kemelut first travel
Arga sumantri • 21 November 2019 15:33
Jakarta: Wakil Ketua Komisi VIII Ace Hasan Syadzily berencana memanggil Kementerian Agama (Kemenag) terkait kasus biro umrah PT First Anugerah Karya Wisata (First Travel). DPR ingin tahu solusi apa yang disiapkan pemerintah untuk para korban First Travel.
 
"Terutama (panggil) Dirjen Haji (Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nizar Ali)," kata Ace di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, 21 November 2019.
 
Menurut dia, Dewan juga berencana mengundang pakar hukum perdata dan pidana. Hal ini guna mencari formula yang tepat agar kasus First Travel tak merugikan masyarakat. Bagi Ace, kasus First Travel bentuk kelalaian negara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Seharusnya penipuan yang dilakukan oleh First Travel ini sejak awal sudah terdeteksi oleh Kemenag," ujar politikus Partai Golkar itu.
 
Kemenag, jelas dia, bertanggung jawab atas kasus First Travel. Pasalnya, Kemenag menjadi lembaga yang berwenang memantau dan mengawasi proses ibadah umrah.
 
Sementara itu, Mahkamah Agung (MA) memutuskan seluruh aset First Travel diserahkan kepada negara, bukan jemaah. Dari ribuan barang bukti, terdapat sejumlah aksesori seperti tas, kaca mata mewah, dan sejumlah kendaraan. Barang mewah itu dibeli dari uang calon jemaah umrah.
 
Kepala Biro Hukum dan Humas MA Abdullah menjelaskan alasan aset First Travel dirampas karena ketidakjelasan jumlah aset yang akan diberikan kepada korban. Sulit membuktikan asal harta First Travel seperti aset yang telah berubah dari uang menjadi benda.
 
"Persoalannya korban itu siapa? Kan tidak terurai dalam surat dakwaan. Juga tidak pernah dihadirkan di persidangan. Ini jumlahnya 63.310 orang (calon jamaah) yang belum berangkat," kata Abdullah dalam program Prime Talk Metro TV, Senin, 18 November 2019.
 


 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif