Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Metro Jaya Kombes Iwan Kurniawan. Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Metro Jaya Kombes Iwan Kurniawan. Medcom.id/Siti Yona Hukmana.

Kronologi Penipuan Terhadap Dirut Tempo

Nasional penipuan
Siti Yona Hukmana • 12 Juli 2019 15:40
Jakarta: Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Metro Jaya Kombes Iwan Kurniawan mengungkapkan kronologi penipuan yang menimpa Direktur Utama (Dirut) PT Tempo Inti Media Toriq Hadad, 52. Penipuan itu terjadi pada Senin, 1 Juli 2019, sekitar pukul 14.15 WIB.
 
Toriq berada di Kantor Majalan Tempo, Jalan Palmerah Barat, Jakarta Barat, saat peristiwa itu terjadi. Ia mendapatkan pesan melalui aplikasi WhatsApp dari nomor +6287889992789.
 
"(Sebelumnya) korban (telah) simpan nomor itu dengan nama Dodon 2. Pelaku mengaku sebagai teman semasa kuliah yang bernama Dodon," kata Iwan saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat, 12 Juli 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pemiliki nomor ponsel itu menyebut percakapan melalui pesan WhatsApp harus menggunakan kode khusus. Sekitar pukul 16.00 WIB, pelaku bertanya apakah Toriq telah mendapatkan kode tersebut.
 
Toriq tak curiga. Ia memberi tahu kode verifikasi yang masuk ke ponselnya kepada pelaku.
 
"Setelah korban memberitahukan kode tersebut, WhatsApp pribadi korban langsung keluar dan tidak bisa digunakan lagi," ungkap Iwan.
 
Sekitar pukul 16.30 WIB, Toriq mendapat kabar WhatsApp miliknya diretas seseorang. Pelaku meminta sejumlah uang kepada kolega Toriq bernama Arfan.
 
Baca: Penipu Mengaku Dirut Tempo Ditangkap di Makassar
 
"Orang tersebut mengaku sebagai Toriq dan ingin meminjam uang Rp5 juta, karena merasa percaya teman Toriq ini langsung mentransfer ke rekening Bank CIMB Niaga dengan nomor 704236371400 atas nama Herman," tutur Iwan.
 
Merasa menjadi korban penipuan, Toriq melaporkan kasus itu ke Polda Metro Jaya. Laporannya teregistrasi dengan nomor LP/3962/VII/2019/PMJ/Dit Reskrimsus, tanggal 2 Juli 2019.
 
Atas adanya laporan itu, Subdit IV Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya langsung menindaklanjuti. Kemudian diketahui ada dua pelaku. Polisi langsung mengejarnya.
 
Tersangka pertama bernama Sukmawati, 26, diringkus di Permata Hijau Permai, Kelurahan Kasi-Kasi, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan pada Selasa, 9 Juli 2019, pukul 23.00 WITA.
 
"Perannya, mengambil dana tranfer dari saksi Arfan di ATM BCA," ujar Iwan.
 
Sementara tersangka lainnya bernama Nakir, 25. Ia ditangkap di Kost G4 Herztasning, Makassar, Sulawesi Selatan pada Rabu, 10 Juli 2019 pukul 10.30 WITA.
 
"Perannya, menerobos sistem elektronik WhatsApp Toriq," pungkas Iwan.
 
Kedua pelaku sedang diterbangkan ke Jakarta. Mereka akan menjalani pemeriksaan lanjutan di Polda Metro Jaya.
 
Kedua tersangka dikenakan Pasal 30 Jo Pasal 46 dan/atau Pasal 36 Jo Pasal 51 ayat (2) dan/atau Pasal 35 Jo Pasal 51 ayat (1) UU RI No. 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No. 11 tahun 2008 tentang ITE. Dengan dugaan tindak pidana ilegal akses sistem elektronik yang mengakibatkan kerugian orang lain.

 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif