Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono. MI/Susanto.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono. MI/Susanto.

Polisi Belum Agendakan Pemeriksaan Eks Bendahara Pemuda Muhammadiyah

Nasional muhammadiyah
Siti Yona Hukmana • 02 Juli 2019 17:38
Jakarta: Polda Metro Jaya belum mengagendakan pemeriksaan terhadap tersangka dugaan korupsi dana apel dan kemah pemuda Islam Indonesia Ahmad Fanani. Penyidik masih mendiskusikan jadwal yang tepat.
 
"Belum ada agenda dari penyidik," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa, 2 Juli 2019.
 
Argo juga belum bisa memastikan apakah penyidik masih membutuhkan keterangan mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak. Ia meminta untuk menunggu

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Nanti kita cek agendanya seperti apa ya," ujar Argo.
 
Fanani ditetapkan sebagai tersangka pada Rabu, 19 Juni 2019 setelah penyidik melakukan gelar perkara. Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) juga telah dikirim ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Dalam kasus itu, Fanani diduga merugikan negara hingga Rp1,7 miliar.
 
Baca: Jokowi Tegaskan Rekonsiliasi Bukan Bagi-bagi Kursi Menteri
 
Sebelum penetapan tersangka, polisi telah memeriksa belasan saksi di Yogyakarta. Mereka yakni sejumlah panitia yang terlibat dalam kegiatan apel dan kemah pemuda Islam Indonesia tersebut.
 
Kasus dugaan korupsi dana apel dan kemah itu telah naik ke tahap penyidikan. Polisi menduga ada penggelembungan dana dalam laporan pertanggungjawaban (LPJ) Pemuda Muhammadiyah.
 
Pemuda Muhammadiyah sempat mengembalikan uang Rp2 miliar kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), karena dituding menilap uang. Namun Kemenpora mengembalikan cek Rp2 miliar itu. Alasannya, tak ditemukan permasalahan dalam kegiatan kemah pemuda berdasarkan laporan hasil pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
 
Kegiatan apel dan kemah pemuda Islam Indonesia ini diselenggarakan di pelataran Candi Prambanan, Jawa Tengah pada 16-17 Desember 2017. Kegiatan ini diinisiasi Kemenpora, dan dilaksanakan oleh Pemuda Muhammadiyah bersama Gerakan Pemuda (GP) Anshor. Masing-masing organisasi diberikan dana Rp2 miliar untuk menggelar acara tersebut.

 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif