Mobil Pajero Bupati Mojokerto Disita Terkait Gratifikasi

Juven Martua Sitompul 09 Mei 2018 02:03 WIB
ott kpk
Mobil Pajero Bupati Mojokerto Disita Terkait Gratifikasi
Febri Diansyah. Foto: Antara/Sigid Kurniawan.
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menyita satu unit mobil Mitsubishi Pajero milik Bupati Mojokerto Mustofa Kemal Pasa (MKP). Diduga kuat, mobil itu hasil salah satu gratifikasi yang diterima Mustofa.

"Saat ini mobil masih dititipkan di Polres Kota Mojokerto," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Selasa, 8 Mei 2018.

Menurut Febri, mobil-mobil yang disita nantinya akan dipindahkan ke Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Mojokerto secara bertahap. Tak hanya itu, penyidik juga menggeledah kediaman salah satu anggota DPRD Kabupaten Mojokerto.


"Dari lokasi penyidik mengamankan sejumlah dokumen yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut," ujarnya.

Selain melakukan penyitaan, penyidik telah memeriksa 15 orang saksi untuk Mustofa hari ini. Febri mengatakan pemeriksaan belasan saksi yang terdiri unsur swasta dan pegawai negeri sipil (PNS) Pemkab Mojokerto itu digelar di Markas Polres Mojokerto.

"Penyidik mendalami pengetahuan para saksi dugaan pemberian-pemberian kepada Bupati Mojokerto terkait pengurusan izin-izin di Pemkab Mojokerto," ucap Febri.

Febri menyebut, total saksi yang diperiksa penyidik dalam kasus ini berjumlah 67 orang. Mereka antara lain Kadis PUPR Kabupaten Mojokerto, KABAPENDA Kabupaten Mojokerto, mantan Kepala Dinas PU dan Binamarga Kabupaten Mojokerto, Sekretaris Pokja Konstruksi I dan anggota Pokja Konstruksi I LPSE TA 2015.

Kemudian, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mojokerto tahun 2016 sampai dengan sekarang, pegawai CV Musika, Komisaris PT Dhani Jaya, Field Sales Manager PT Pionirbeton Industri, Direktur PT Antigo Agung dan Kontraktor atau pihak swasta lainnya.

KPK menetapkan Mustofa sebagai tersangka dalam dua perkara. Dua perkara yang menjerat Mustofa itu yakni dugaan suap terkait izin pembangunan menara telekomunikasi di Kabupaten Mojokerto pada 2015 dan gratifikasi.

Bersama dengan Mustofa, KPK juga ikut menetapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Mojokerto Zainal Abidin, Permit and Regulatory Division Head PT Tower Besama Grup Ockyanto, dan Direktur Operasi PT Protelindo Onggo Wijaya sebagai tersangka.

Dalam perkara suap perizinan pembangunan tower telekomunikasi, Mustofa diduga menerima suap sebesar Rp2,7 miliar. Sementara dalam kasus dugaan gratifikasi, Mustofa bersama Zainal diduga menerima fee sebesar Rp3,7 miliar.



(AGA)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360