Sidang kasus korupsi perizinan persetujuan ekspor (PE) minyak sawit atau crude palm oil (CPO) oleh Kemendag. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Sidang kasus korupsi perizinan persetujuan ekspor (PE) minyak sawit atau crude palm oil (CPO) oleh Kemendag. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Direktur di Kemendag Bantah Lin Che Wei Bertandang ke Kantor

Fachri Audhia Hafiez • 21 September 2022 01:11
Jakarta: Direktur Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan pada Kementerian Perdagangan (Kemendag), Farid Amir, dicecar soal pertemuan di kantornya. Dia menyebut penasihat kebijakan/analis pada Independent Research & Advisory Indonesia (IRAI) Lin Che Wei tak terlihat.
 
Awalnya, Farid menceritakan mengenai pertemuan di ruangan mantan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Indra Sari Wisnu Wardhana. Indra sedang menemui Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia, Master Parulian Tumanggor, tanpa Lin Che Wei.
 
"Saya dipanggil Pak Dirjen ke ruangannya, di sana sudah ada Master Parulian," kata Farid saat persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa, 20 September 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Farid diminta Indra untuk menemui Master. Pada pertemuan itu, Master disebut memberikan sebuah amplop berisi uang pecahan SGD100 senilai total SGD10 ribu.
 
"Ketika saya konfirmasi ke Pak Dirjen untuk apa uang ini, dia bilang untuk tim verifikator karena sudah bekerja keras siang dan malam," ucap Farid.
 
Uang tersebut dibagikan ke tim verifikator. Namun, Farid mengaku sudah mengembalikan ke penyidik.
 
"Kami informasikan dan teman-teman mengembalikan," kata Farid.
 
Farid mengaku beberapa kali melihat pertemuan di ruangan Indra Sari. Pertemuan dengan beberapa perwakilan perusahaan CPO.
 

Baca: Tiada Penunjukkan, Lin Che Wei Kerap Diajak Rapat Kemendag Soal Minyak Goreng


Kuasa hukum Lin Che Wei, Lelyana Santosa, mengeklaim kliennya tidak ada kaitannya dengan pemberian amplop. Termasuk, pertemuan di ruangan Indrasari.
 
"Lin Che Wei tidak ada kaitannya dengan persoalan pemberian amplop maupun pertemuan-pertemuan yang diadakan di ruangan Dirjen Daglu," ujar Lelyana usai persidangan.
 
Farid dihadirkan sebagai saksi untuk lima terdakwa kasus korupsi perizinan persetujuan ekspor (PE) minyak sawit atau crude palm oil (CPO) oleh Kemendag. Lin Che Wei dan Indra merupakan terdakwa dalam perkara ini.
 
Terdakwa lainnya meliputi Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia, Master Parulian Tumanggor; Senior Manager Corporate Affair PT Victorindo Alam Lestari, Stanley Ma; dan General Manager (GM) Bagian General Affair PT Musim Mas, Pierre Togar Sitanggang.
 
Perbuatan melawan hukum mereka itu terkait pemufakatan atas terbitnya perizinan PE CPO oleh Kemendag. Mereka didakwa memperkaya diri, orang lain, dan korporasi. Yakni, Grup Wilmar, Grup Musim Mas, dan Grup Permata Hijau.
 
Perbuatan mereka disebut telah merugikan keuangan negara dan perekonomian negara total Rp18 triliun. Terdiri dari keuangan negara yang dirugikan Rp6.047.645.700.000 dan perekonomian negara sejumlah Rp12.312.053.298.925.
 
Indra, Lin Che Wei, Master, Stanley, dan Pierre didakwa melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Jo. Pasal 18 Undang-Undang (UU) RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.
 
(JMS)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif