Djoko Tjandra (rompi oranye) tiba di Bandara Halim Perdanakusuma/Media Indonesia/Fransisco Carolio.
Djoko Tjandra (rompi oranye) tiba di Bandara Halim Perdanakusuma/Media Indonesia/Fransisco Carolio.

Pihak Terlibat Polemik Djoko Tjandra Harus Terus Diusut

Nasional kasus korupsi Djoko Tjandra
Anggi Tondi Martaon • 31 Juli 2020 13:50
Jakarta: Penangkapan Djoko Tjandra tidak boleh menghentikan pengusutan keterlibatan aparat negara. Polemik pelarian buron kasus korupsi hak tagih Bank Bali itu harus diusut tuntas karena menjadi aib penegakan hukum Indonesia.
 
"Harus menjadi pemicu bagi para penegak hukum untuk bekerja dengan baik dan penuh tanggung jawab, terutama tanggung jawab moral atau etika dan membongkar apa yang sebenarnya terjadi," kata Anggota Komisi III Adang Daradjatun dalam keterangan tertulis, Jumat, 31 Juli 2020.
 
Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi (Purn) itu mengatakan setidaknya ada beberapa aspek yang harus diungkap oleh Polri. Di antaranya, pemberi informasi kepada Djoko terkait putusan Mahkamah Agung (MA) atas persidangan peninjauan kembali (PK) yang diajukan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) pada 2009.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Polri harus mampu menggali semua persoalan atau kejadian yang lalu. Misal, mengapa menjelang putusan MA Djoko bisa tahu dan lari ke luar negeri," kata dia.
 
Polri juga harus mengungkap polemik masuknya Djoko ke Indonesia dengan paspor baru. Sebab, terpidana korupsi yang merugikan negara hingga Rp904 miliar itu sudah mengganti kewarganegaraannya menjadi warga negara Papua Nugini.
 
Baca: Polemik Djoko Tjandra Jadi Pelajaran Instansi Penegak Hukum
 
Wakil Kepala Polri (Wakapolri) periode 2004-2006 itu mendesak semua teka-teki kasus Djoko diungkap. Pengungkapan ini sekaligus mengembalikan kepercayaan publik terhadap instansi penegak hukum.
 
"Masyarakat merasa bahwa selama ini tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Dengan kasus ini dapat memberi jawaban kepada masyarakat," ujar dia.
 
Polri menangkap Djoko setelah buron semenjak 2009. Terpidana kasus korupsi yang akrab disapa Joker itu ditangkap di Malaysia berkat bantuan Polisi Diraja Malaysia (PDM).
 
Penjemputan Djoko dipimpin langsung oleh Kepala Bareskrim Komisaris Jenderal (Komjen) Listyo Sigit Prabowo. Menggunakan pesawat khusus, Djoko tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 22.40 WIB, Kamis, 30 Juli 2020. Djoko langsung dibawa ke Gedung Bareskrim Mabes Polri, dan tiba sekitar pukul 23.18 WIB.
 

(JMS)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif