Ilustrasi Jiwasraya/MI/Ramdani.
Ilustrasi Jiwasraya/MI/Ramdani.

Kejagung Menimbang Keberatan Tersangka Jiwasraya

Nasional kejaksaan agung Jiwasraya
Cindy • 05 Maret 2020 08:41
Jakarta: Kejaksaan Agung (Kejagung) akan menimbang keberatan tersangka kasus Jiwasraya, Heru Hidayat. Komisaris PT Trada Alam Minera itu tak ingin tambang emas miliknya disita, karena dianggap tak terkait dengan kasus Jiwasraya.
 
"Semua barang bukti sebelum masuk ke persidangan akan dipastikan lagi sehingga jaksa berkeyakinan kalau ini terkait," ucap Direktur Penyidikan Jampidsus Febrie Adriansyah di Kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Rabu, 4 Maret 2020.
 
Baca:Kejagung Sita Emas Dua Tersangka Jiwasraya Senilai Rp250 Juta

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Heru tak perlu khawatir. Febri menegaskan pihaknya akan adil dan mengecek kembali keterkaitan aset dengan kasus Jiwasraya. Bila terbukti tak berkaitan, tambang emas akan dikembalikan.
 
Kejagung Menimbang Keberatan Tersangka Jiwasraya
Direktur Penyidikan Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Febrie Ardiansyah/Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo
 
Menurut dia, penyitaan aset didasari KUHAP dan dikaitkan ke dugaan tindak pidana. Sehingga tindakan itu tak melanggar prosedur apa pun. Penyidik hanya menyita harta yang diduga berkaitan dengan tindak pidana.
 
"Setelah itu tentu akan dilihat statusnya, status kepemilikan ada pihak lain atau dari pihak dia berapa persen sahamnya, kan itu dipastikan," katanya.
 
Febrie menyebut keberatan Heru belum sampai ke pihaknya. Hingga kini tak ada surat terkait yang dialamatkan ke Kejagung. Padahal, PT Trada Alam Minera telah mengirimkan surat keberatan sejak Senin, 2 Maret 2020.
 
"Saya lupa itu, nanti dicek lagi," ujar Febrie.
 
Baca:Kejagung Bidik Tambang Emas Tersangka Jiwasraya
 
Kejagung menetapkan enam tersangka terkait kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Mereka ialah Komisaris PT Hanson International Tbk, Benny Tjokrosaputro; Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk, Heru Hidayat; dan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya Hendrisman Rahim.
 
Selanjutnya, mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Jiwasraya, Syahmirwan; mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya, Hary Prasetyo; dan Direktur Utama PT Maxima Integra, Joko Hartoni Tirto. Teranyar, Benny dan Heru ditetapkan sebagai tersangka pencucian uang.
 
Mereka dijerat Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 ayat (1) huruf b serta Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 

(ADN)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif