Pelaksana tugas juru bicara KPK Ali Fikri. Foto: Medcom.id/Arga Sumantri
Pelaksana tugas juru bicara KPK Ali Fikri. Foto: Medcom.id/Arga Sumantri

KPK Ancam Pidanakan 'Pelindung' Harun Masiku

Nasional OTT KPK
M Sholahadhin Azhar • 21 Januari 2020 09:13
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperingatkan pihak yang menyembunyikan Harun Masiku, tersangka kasus dugaan suap proses penggantian antarwaktu (PAW) anggota DPR dari PDI Perjuangan. Lembaga Antirasuah ancam pihak yang merintangi penyidikan dijerat Pasal 21 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi untuk.
 
"Sangat memungkinkan (diterapkan Pasal 21) bagi siapa pun di dalam proses penyidikan dan penuntutan yang menghalangi kerja-kerja dari penyidikan maupun penuntutan," kata pelaksana tugas juru bicara KPK Ali Fikri di Kantor KPK, Senin, 20 Januari 2020.
 
Pasal 21 UU Tipikor berbunyi, "setiap orang yang dengan sengaja mencegah, merintangi, atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan di sidang pengadilan terhadap tersangka dan terdakwa ataupun para saksi dalam perkara korupsi, dipidana dengan pidana penjara paling singkat tiga tahun dan paling lama 12 tahun dan atau denda paling sedikit Rp150 juta dan paling banyak Rp600 ratus juta."

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ali menegaskan tak ada ampun bagi pihak yang menghalangi penyidikan terhadap Harun. Karena keterangan dari politikus PDIP itu sangat dibutuhkan untuk pengembangan perkara.
 
"Termasuk juga nanti ke depan kalau penuntutan terjadi, ya, kita bisa terapkan Pasal 21," ujar dia.
 
Ali juga meminta Harun bersikap kooperatif. Karena itu akan menjadi pertimbangan jaksa penuntut umum untuk meringankan hukuman.
 
"Tentunya siapa pun yang tidak kooperatif akan dipertimbangkan menjadi alasan yang memberatkan," kata Ali.
 
KPK menetapkan empat tersangka dalam kasus ini. Mereka yakni Komisioner KPU Wahyu Setiawan, Harun, mantan anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina, dan pihak swasta Saeful.
 
Wahyu diduga menerima suap dari Harun agar memuluskan proses PAW sebagai anggota Dewan. Uang tersebut diberikan lewat Saeful kepada Agustiani, selaku orang kepercayaan Wahyu.
 
KPK juga menyita uang Rp400 juta dalam pecahan mata uang dolar Singapura saat OTT di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. Wahyu diduga telah menerima suap Rp200 juta. Seluruh tersangka sudah mendekam di rumah tahanan, kecuali Harun.
 

 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif