Menkopolhukam Mahfud MD. Foto: Medcom.id/Mahfud MD
Menkopolhukam Mahfud MD. Foto: Medcom.id/Mahfud MD

Pemerintah Cari Solusi Menangani WNI Radikal

Nasional terorisme
Fachri Audhia Hafiez • 21 Januari 2020 19:29
Jakarta: Kementerian Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan masih membahas penanganan terorisme lintas batas atau Foreign Terrorist Fighter (FTF). Pasalnya, ratusan Warga Negara Indonesia (WNI) di berbagai negara diduga menjadi bagian kelompok teroris.
 
"Mereka ini ada yang minta pulang, ada yang menyuruh dipulangkan. Nah, yang dipulangkan juga macam-macam, ada yang hanya anak-anak yatim, ada yang mau memulangkan (keluarga) perempuan dan anak-anak, tapi FTF-nya itu tidak dipulangkan," kata Menkopolhukam Mahfud MD di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa, 21 Januari 2020.
 
Mahfud menyebut negara asal FTF juga mempersoalkan teroris lintas batas. Ada sejumlah pertimbangan, yakni memulangkan seluruhnya termasuk keluarganya atau tidak dipulangkan seluruhnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Karena berdasar prinsip konstitusi, setiap warga negara itu punya hak untuk mendapat kewarganegaraan dan tidak boleh berstatus hilang kewarganegaraan. Tidak boleh itu dalam konstitusi," ujar Mahfud.
 
Namun, ketika diizinkan pulang, dikhawatirkan akan menjadi bibit tumbuhnya kelompok teroris baru. "Bisa menjadi virus teroris-teroris baru. Nah ini sedang dicari cara, tetapi dalam waktu dekat segera diputuskan," kata mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu.
 
Mahfud menyebut ada berbagai aspek yang harus dipertimbangkan sebelum memulangkan WNI. Termasuk langkah-langkah deradikalisasi.
 
"Kalau yang jelas terlibat teroris itu akan diadili di Suriah. Nah, itu silakan. Akan tetapi, yang bukan kan itu nanti dipulangkan di sini. Kalau dipulangkan ke sini, nanti gimana? Berangkatnya saja enggak pamit," ujar Mahfud.
 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif