idang pemeriksaan saksi mantan Direktur Utama PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI) Darman Mappangara. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
idang pemeriksaan saksi mantan Direktur Utama PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI) Darman Mappangara. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Eks Direktur PT AP II Kerap Tagih Uang Suap

Nasional kasus suap
Fachri Audhia Hafiez • 15 Januari 2020 16:15
Jakarta: Endang, sopir Direktur Keuangan PT Angkasa Pura II Andra Yastrialsyah, mengaku pernah ditegur Andi Taswin Nur. Penyuap Andra itu geram sering dihubungi Endang.
 
"Saya ditanyain sama Pak Andra terus. Karena saya diperintahkan oleh Pak Andra, disuruh 'teleponin terus tuh Taswin'," beber Endang saat diperiksa sebagai saksi buat terdakwa mantan Direktur Utama PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI) Darman Mappangara di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 15 Januari 2020.
 
Endang diminta mengambil titipan dari Darman yang diberikan melalui Taswin. Titipan dalam kode 'buku'.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jaksa kemudian membacakan berita acara pemeriksaan (BAP) lengkap yang memuat komunikasi Taswin dan Endang. Taswin mengaku khawatir bila kerap dihubungi Endang. Sebab, bakal menjadi masalah atau ketahuan memberi uang.
 
"Jangan terlalu sering berusaha kontak-kontak, nanti pula ketahuan, masalah. Nanti arahnya ke sini. Jangan terlalu sering di WhatsApp nanti saya kontak kalau misalkan sudah ada. Saya kontak nanti, ini kan masih proses juga, artinya kan itu lembar," tulis Taswin tersebut.
 
Darman Mappangara didakwa menyuap Andra Yastrialsyah Agussalam USD71.000 dan 96.700 dolar Singapura Suap diberikan secara bertahap pada Juli 2019.
 
Darman perintahkan Taswin menyerahkan USD53.000 kepada Andra pada 26 Juli 2019. Kemudian, Taswin diperintahkan menyerahkan USD18.000 ribu pada 27 Juli 2019 dan 96.700 dolar Singapura pada 31 Juli 2019.
 
Suap diduga diberikan untuk mempermulus kontrak kerja PT INTI terkait proyek Baggage Handling System (BHS) di PT Angkasa Pura Propertindo (PT APP).
 
Darman didakwa melanggar Pasal 5 Ayat 1 huruf a dan b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 Jo pasal 64 ayat (1) KUHP pidana.a.
 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif