Kapolri Sebut Isu Penyerangan Ulama di Medsos Sistematis

Whisnu Mardiansyah 14 Maret 2018 14:42 WIB
hoax
Kapolri Sebut Isu Penyerangan Ulama di Medsos Sistematis
Kapolri jendral Tito Karnavian. Foto: MI/Irfan
Jakarta: Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut penyebaran isu penyerangan ulama melalui media sosial dilakukan secara sistematis. Isu diduga sengaja disebarkan untuk membentuk opini publik.
 
"Kami melihat sistematis adalah koneksi di udara di medsos yang menghubungkan dan menambah kasus-kasus tersebut. Sehingga terlihat sistematis. Ini ditangani oleh Bareskrim adanya kelompok-kelompok yang mengangkat isu-isu itu," kata Tito saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi III di komplek Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, 14 Maret 2018.
 
Direktorat Siber Bareskrim Polri sedang menginvestigasi asal mula penyebar isu penyerangan ulama di media sosial. Seolah-olah ada upaya sistematis dan masif dari kelompok tertentu menyerang kalangan ulama.
 
"Kita melihat ada hubungan di udara untuk sehingga isu penyerangan ulama ini menjadi isu opini di publik," kata Tito.
 
Baca: Media Sosial Pasar Besar Penyebaran Hoaks dan Ujaran Kebencian

Padahal kata Tito, dari penyelidikan polisi dari 47 kasus laporan penyerangan ulama, hanya 5 kasus yang benar-benar terjadi. 32 kasus diantaranya bahkan tidak terjadi sama sekali aksi penyerangan tersebut. Ada juga rekayasa kasus dengan motif ekonomi berkedok penyerangan terhadap ulama.
 
"Yang bersangkutan menyatakan melapor kepada polisi dianiaya, dibacok disobek. Tapi setelah dilakukan rekonstruksi ditemukan kejanggalan dan kemudian mengakui tidak terjadi kejadian itu. Motifnya rata-rata meminta perhatian karena masalah ekonomi," jelasnya.
 
Adapun dari 5 kasus penyerangan terhadap ulama, polisi belum menemukan adanya upaya sistematis yang saling berkaitan satu kasus dengan kasus lainnya. Kejanggalan yang ditemukan dari kelima kasus tersebut semuanya dilakukan oleh orang dengan gangguan kejiwaan.
 
"Belum bukan berarti tidak (ada upaya sistematis). Karena ada beberapa yang cukup janggal yang masih terus kita dalami," pungkasnya.
 




(FZN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id