Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad. Foto: MI/Ramdani
Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad. Foto: MI/Ramdani

Samad Kritik Pimpinan KPK

Nasional kpk novel baswedan
Juven Martua Sitompul • 11 April 2019 20:14
Jakarta: Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad mengkritisi sikap kepemimpinan Agus Rahardjo cs. Pimpinan KPK jilid IV itu terkesan tak acuh dan tak aktif dalam menanggapi persoalan pegawai internal.
 
"Pimpinan KPK sekarang harus lebih proaktif mendorong, mengingatkan Presiden agar segera membentuk tim independen," kata Samad dalam acara peringatan 2 tahun kasus Novel mangkrak di Gedung KPK, Jakarta, Kamis, 11 April 2019.
 
Menurut Samad, petisi yang dilayangkan pegawai bidang penindakan merupakan kritik terhadap pimpinan KPK. Kelima pimpinan KPK sekarang harus segera mencari solusi atas persoalan tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Bahkan hemat saya pimpinan KPK harusnya lebih melihat dengan adanya desakan dari pegawai KPK praktis sekarang keadaan itu sedang semakin tidak kondusif," ujarnya.
 
Samad mengingatkan pimpinan KPK untuk segera mengakomodasi kegelisahan para pegawai yang melayangkan petisi. Sebab, pembiaran atas petisi itu akan membuat keadaan di internal Lembaga Antirasuah semakin tidak kondusif.
 
"Oleh karena itu saya sarankan pimpinan KPK, sudahlah jangan terlalu loyo untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada," ujarnya.
 
"Jangan terlalu lambat. Karena kelambatan yang dilakukan pimpinan KPK membawa ketidakpastian bagi seluruh pegawai KPK," tegas Samad.
 
Wadah Pegawai KPK, khususnya pegawai di bidang penindakan melayangkan petisi kepada lima pimpinan KPK. Petisi berisi keluhan penyidik dan penyelidik atas tidak transparannya proses penyelidikan dan penyidikan kasus, sampai dugaan informasi yang bocor.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif