Kasus Nuril Dikhawatirkan Jadi Preseden

Kautsar Widya Prabowo 16 November 2018 16:02 WIB
pelecehan seksual
Kasus Nuril Dikhawatirkan Jadi Preseden
Ilustrasi hukum - Medcom.id
Jakarta: Komisi Nasional Antikekerasan terhadap Perempuan khawatir polemik kasus Baiq Nuril dapat menjadi momok bagi korban lainnya dalam mengungkap kasus pelecehan seksual. Nuril diputuskan bersalah setelah merekam pelecehan seksual yang diduga dilakukan atasannya. 

Ketua Komnas Antikekerasan terhadap Perempuan Azriana R Manalu mengatakan, jika kasus Nuril mendapat keadilan, maka akan menjadi peringatan untuk pelaku kejahatan seksual yang selama ini bebas dari jeratan hukum.

"Pelecehan seksual harus diungkap agar tidak ada korban-korban lain yang mungkin menunggu perkembangan kasus ini. Dan (kasus ini menjadi) motivasi untuk korban jangan takut untuk mengungkapkan," ujar Azriana dalam konfersi pers di LBH Pers, Jakarta Selatan, Jumat, 16 November 2018.


Dia menyebut langkah yang diambil Nuril untuk merekam perbincangannya dengan pelaku yang merupakan mantan Kepala Sekolah SMA 7 Mataram Nusa Tenggara Barat (NTB) sudah tepat. Hal tersebut menjadi perlawan kecil yang mendatangkan perubahan besar.

"Bu Nuril memberi teladan bagiamana ketika kita mengalami kekerasan seksual jangan diam tidak melakukan apa pun, hal yang paling minim, yang ia lakukan merekatkan," tutur dia. 

(Baca juga: Menunggu Amnesti Presiden untuk Nuril)

Aktris Olga Lidya prihatin dengan kondisi Nuril. Dia berusaha melakukan perlawanan namun justru dijadikan terdakwa. Parahnya, pelaku bebas dari jeratan hukum.

"Dia korban, merekam pembicaraan, paling tidak dia bisa membela, karena dia digosipkan dengan pelaku, tapi dia dikriminalkan," pungkas dia. 
 
Sebelumnya, Baiq Nuril, mantan pegawai honorer di SMA 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), dituduh menyebarluaskan rekaman asusila yang dilakukan Kepala Sekolah SMA tersebut kepada dirinya.

Pada pengadilan tingkat pertama, Nuril diputus bebas. Namun, jaksa mengajukan banding. 

Mahkamah Agung menerima banding jaksa. Nuril diputuskan bersalah dan dihukum enam bulan penjara denda Rp500 juta atau pidana tiga bulan apabila tidak membayar denda. Nuril dinilai bersalah melanggar Pasal 27 ayat (1) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).





(REN)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id