Juru bicara KPK Febri Diansyah. MI/Rommy Pujianto
Juru bicara KPK Febri Diansyah. MI/Rommy Pujianto

Eks Gubernur Sultra Ditempatkan di Lapas Sukamiskin

Nasional kasus korupsi
Kautsar Widya Prabowo • 14 Januari 2019 23:17
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengeksekusi Gubernur Sulawesi Tenggara nonaktif Nur Alam. Nur diduga melanggar hukum dalam menerbitkan surat keputusan (SK) persetujuan peningkatan Izin Usaha Pertambangan (IUP) eksplorasi menjadi IUP operasi produksi.
 
Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan eksekusi tersebut dilakukan berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA) No. 2633 K/PID.SUS/2018, pada 5 Desember 2018.
 
"Terpidana dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Sukamiskin Bandung Jawa Barat hari ini," ujar Febri di Gedung KPK, Jakarta Pusat, Senin, 14 Januari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Majelis hakim MA menjatuhkan hukuman 12 tahun penjara. Hukuman tersebut lebih rendah dari tingkat banding yakni 15 tahun penjara.
 
Dalam putusannya, Majelis Hakim Agung yang terdiri dari Ketua Majelis Salman Luthan, dengan anggota LL Hutagalung dan Syamsul Rakan Chaniago menyatakan Nur Alam hanya terbukti menerima gratifikasi yang diatur dalam Pasal 12 B UU Tipikor. Sementara, Pasal 3 yang mengatur mengenai penyalahgunaan wewenang yang menguntungkan diri sendiri, orang lain dan suatu korporasi yang merugikan keuangan negara dinyatakan tidak terbukti.
 
Akibat perbuatan Nur Alam, negara mengalami kerugian hingga Rp4,3 triliun. Perbuatannya telah memperkaya diri sendiri, orang lain, dan korporasi dalam jabatannya sebagai gubernur.
 
Selain kurungan, jaksa juga meminta agar Nur Alam membayar uang pengganti Rp2,7 miliar. Jika tidak sanggup membayar uang pengganti, jaksa meminta majelis hakim agar terdakwa mengganti dengan penjara selama satu tahun.
 
Dalam tuntutannya, jaksa juga meminta agar majelis hakim mencabut hak politik Nur Alam. Pencabutan hak politik dilakukan setelah menjalani hukuman pidana penjara.
 

(SCI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif