Ketua Tim Media Satgas Anti Mafia Bola Kombes Argo Yuwono. MI/Pius Erlangga.
Ketua Tim Media Satgas Anti Mafia Bola Kombes Argo Yuwono. MI/Pius Erlangga.

Polisi Tunggu PPATK Usut Kasus Mafia Bola

Nasional Pengaturan Skor Sepak Bola
Siti Yona Hukmana • 02 Januari 2019 18:00
Jakarta: Polisi menunggu laporan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terkait aliran dana dugaan pengaturan skor Liga Indonesia di Semarang, Jawa Tengah. Pasalnya, aliran dana yang diterima empat tersangka yang sudah ditahan belum diketahui.
 
"Itu kan PPATK kita tunggu (laporannya)," kata Ketua Tim Media Satgas Anti Mafia Bola Kombes Argo Yuwono di Jakarta Selatan, Rabu, 2 Januari 2019.
 
Untuk menerima laporan itu, staf dari PPATK akan dimintai keterangan sebagai saksi. "Itu kan (staf PPATK) saksi ahli," ujar dia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, Argo mengatakan Tim Satgas Anti Mafia Bola bekerja sama dengan PPATK untuk mengungkap kasus tersebut. "Iya, jelas (kita koordinasi dengan PPATK). Semuanya kami lakukan," ungkapnya.
 
Polisi baru menemukan dugaan pengaturan skor ini di tingkat Liga 3 dan Liga 2 di Jawa Tengah. Penyidikan masih terus dilakukan untuk mencari tahu pihak lain yang terlibat.
 
"Kan ada satu laporan polisi ya. Pertama, yang dari Ibu LI itu sudah kita lakukan penyelidikan, sudah kita tangkap empat tersangka," imbuh Kabid Humas Polda Metro Jaya itu.
 
Alur pengaturan skor dan pembagian duit ke sejumlah pihak itu terungkap setelah polisi memeriksa sebelas saksi termasuk tersangka. Jumlah bayaran untuk pengaturan skor itu berkisar Rp100 juta hingga Rp200 juta.
 
"Nah, kemudian untuk tersangka A, wasit futsal, peranannya asisten dari pelapor di Banjarnegara. Dia menerima juga uang dari pelapor, intinya setiap pertandingan mengeluarkan uang Rp100 juta sampai Rp200 juta, di sana dibagi, yang terima si A, nanti dia kirim ke P, lalu ngirim ke J," kata Argo, Jumat, 28 Desember 2018.
 
Empat tersangka yang telah ditahan di Rutan Polda Metro Jaya, yakni anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Johar Lin Eng (J), Mantan Anggota Komisi Wasit PSSI Priyanto (P),Wasit Futsal Anik Yuni Artika Sari (A) yang merupakan anak Priyanto, dan Mantan Wakil Ketua Umum Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI DIY Dwi Irianto alias Mbah Putih.
 
Para tersangka dijerat dengan dugaan tindak pidana penipuan dan/atau penggelapan dan/atau tindak pidana suap dan/atau tindak pidana pencucian uang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 372 KUHP dan/atau UU No 11 Tahun 1980 tentang Tindak Pidana Suap dan/atau Pasal 3, 4, 5, UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU.
 

(DRI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi