Kapolri Jenderal Tito Karnavian--MI/Susanto
Kapolri Jenderal Tito Karnavian--MI/Susanto

Kasus Narkoba Meningkat 5% di 2018

Nasional narkoba
Dian Ihsan Siregar • 27 Desember 2018 17:04
Jakarta: Kasus narkoba meningkat lima persen sepanjang 2018. Dari 36.428 kasus pada 2017 menjadi 38.316 kasus pada tahun ini. Pengungkapan kasus itu merupakan hasil kerja keras polisi dalam memberantas mafia narkoba di seluruh wilayah Indonesia.

"Kasus narkoba meningkat menjadi 38.316 kasus, dari 36.428 kasus di 2017. Sedangkan penyelesaian perkaranya meningkat 44 persen, dari 26.641 perkara menjadi 38.316 perkara," kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Mabes Polri, Jakarta, Kamis, 27 Desember 2018.

Meski kasus narkoba mengalami peningkatan, lanjut Tito, jumlah tersangka mengalami penurunan 22 persen menjadi 49.079 orang, dari tahun sebelumnya sebanyak 63.108 orang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Tito menjelaskan, jenis narkoba yang banyak disita oleh kepolisian yakni kokain, heroin, dan sabu-sabu. Ketiga jenis narkoba ini peredarannya mengalami banyak peningkatan di tahun ini. "Kokain itu itu naik 4.625 persen, dari 68,47 gram menjadi 3,2 kilogram (kg). Heroin naik 548 persen, dari 204,37 gram menjadi 1,39 kg. Untuk sabu meningkat 49 persen, daro 2,69 ton menjadi 4,01 ton," terang dia.

Baca: Polri: Hampir 98 Persen Kasus Narkoba Dikendalikan dari Lapas

Pengungkapan narkoba jenis ganja, lanjut dia, mengalami penurunan. Karena, masifnya penerapan penegakan hukum di seluruh wilayah dalam beberapa tahun terakhir belakangan ini.

"Ganja itu mengalami penurunan pengungkapannya. Penurunannya sampai 77 persen, dari 151 ton di tahun 2017 menjadi 34 ton di tahun ini," tutup Tito.


(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi