Eni Kembalikan Uang Suap PLTU Riau-I Rp1,3 Miliar
Juru Bicara KPK Febri Diansyah. Foto: MI/Rommy Pujianto.
Jakarta: Wakil Ketua Komisi VII DPR RI non-aktif Eni Maulani Saragih (ES) kembali menyerahkan uang suap proyek pembangunan PLTU Riau-I ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kali ini, Eni mengembalikan uang sebanyak Rp1,3 miliar.
 
"Disetor ke rekening bank penampungan KPK pada Senin, 5 November 2018," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Selasa, 6 November 2018.
 
Sebelumnya politikus Golkar itu juga telah mengembalikan uang suap ke KPK sebanyak Rp2,25 miliar secara bertahap. Semua total uang yang dikembalikan Eni akan dicatat dalam berkas perkara sebagai barang bukti untuk kepentingan di persidangan.
 
Selain menjadi bukti, sikap kooperatif Eni akan jadi pertimbangan KPK untuk meringankan hukuman. Termasuk, mengabulkan permohonan justice collaborator (JC) Eni.
 
"Namun KPK akan melihat sejauh mana tersangka secara konsisten mengakui perbuatannya dan membuka peran pihak lain seluas-luasnya," ujar dia.
 
Febri mengatakan sejauh ini total uang suap PLTU Riau yang diterima KPK mencapai Rp4,26 miliar. Rinciannya, dari Eni sebesar Rp3,35 miliar dan panitia Musyawarah Nasional Luar Biasa Golkar sebesar Rp712 juta.
 
"Semua masuk dalam berkas perkara, nanti kalau sudah diputus pengadilan dirampas untuk negara barulah bisa dimasukan ke kas negara," ucapnya.
 
Hari ini penyidik memeriksa Eni dan mantan Menteri Sosial Idrus Marham. Eni diperiksa dalam kapaitasnya sebagai tersangka, sementara Idrus sebagai saksi untuk Eni.

Baca: Eni Pinjam Uang ke Idrus untuk Kampanye Suami

Namun, di tengah pemeriksaan Idrus mengeluh sakit. Politikus Golkar itu sempat diperiksa dokter KPK. Sayangnya, Febri tak menjelaskan sakit yang diderita Idrus.
 
"Pemeriksaan ini perlu dilakukan sebagai bagian dari pemenuhan petunjuk JPU (jaksa penuntut umum) untuk mempertajam sejumlah bukti yang sudah didapatkan penyidik KPK," pungkasnya.
 
KPK baru menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus dugaan suap proyek pembangunan PLTU Riau-I. Ketiga tersangka itu yakni bos Blackgold Natural Recourses Limited Johannes Budisutrisno Kotjo (JBK), Wakil Ketua Komisi VII DPR RI EniMaulani Saragih (EMS), serta mantan Menteri Sosial Idrus Marham (IM).






(FZN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id