Seskab Bantah Tudingan Kriminalisasi Dahnil Anzar

Dheri Agriesta 28 November 2018 12:55 WIB
kasus korupsi
Seskab Bantah Tudingan Kriminalisasi Dahnil Anzar
Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Foto: MI/Ramdani
Jakarta: Sekretaris Kabinet Pramono Anung membantah tudingan kriminalisasi yang disampaikan Ketum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak. Pramono menegaskan Presiden Joko Widodo tak tahu sama sekali masalah yang menjerat Dahnil.

"Itu kan urusan penegakan hukum biasa. Yang namanya penegakan hukum biasa tidak berkaitan dengan urusan politik. Jadi, tidak ada urusan kriminalisasi sama sekali," kata Pramono di Hotel Grand Hyatt, Jakarta Pusat, Rabu, 28 November 2018.

Pramono membenarkan Presiden Jokowi hadir dalam apel dan kemah Pemuda Islam yang digelar di Candi Prambanan itu. Namun, ia menjelaskan presiden tak mengurusi keuangan acara tersebut.


Baca: Dahnil Disebut Mencoreng Nama Baik Muhammadiyah

Pramono menambahkan anggaran penyelenggaraan apel dan kemah Pemuda Islam memang berada di bawah Kementerian Pemuda dan Olahraga. Tapi, panitia tetap menjadi pihak yang bertanggung jawab melaporkan pertanggungjawaban anggaran kegiatan.

"Kalau kemudian sekarang ada persoalan hukum, siapa pun harus mempertanggungjawabkan itu," kata Pramono.

Dahnil meminta Presiden tak tinggal diam terkait kasus yang menjeratnya. Ketum PP Pemuda Muhammadiyah itu merasa dikriminalisasi atas kasus ini.

Dahnil mengaku hanya membantu mengumpulkan kader Pemuda Muhammadiyah untuk hadir dalam acara yang diadakan di Candi Prambanan itu. Tujuan penyelenggaraan acara pun dinilai demi membantu presiden melawan tudingan anti-pIslam yang kerap dituduhkan sejumlah pihak.



(YDH)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id