Korupsi. Ilustrasi: Medcom.id/Mohammad Rizal.
Korupsi. Ilustrasi: Medcom.id/Mohammad Rizal.

Eks Dirut PT Antam Jadi Tersangka Korupsi

Nasional kasus korupsi
Lukman Diah Sari • 08 Januari 2019 01:25
Jakarta: Kejaksaan Agung menetapkan enam tersangka kasus dugaan korupsi pembelian lahan batubara seluas 400 Ha dengan cara membeli saham pemilik tambang PT Citra Tobindo Sukses Perkasa oleh PT Indonesia Coal Resources (anak perusahaan PT Antam).
 
"Penyidik telah menetapkan 6 tersangka," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Mukri, Senin, 7 Januari 2019.
 
Keenam tersangka ditetapkan pada 4 Januari 2019. Mereka yang menyandang status tersangka yakni Direktur Utama PT Indonesia Coal Resources, BM; pemilik PT RGSR/ Komisaris PT Citra Tobindo Sukses Perkasa, MT; Direktur Operasi dan Pengembangan, ATY.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemudian eks Direktur Utama PT Antam, AL; Senior Manager Corporate Strategic Development PT. Antam, HW dan Komisaris PT. Tamarona Mas International, MH.
 
Mukri menjelakan, Direktur Utama PT. Indonesia Coal Resources (PT. ICR) bekerjasama dengan PT. Tamarona Mas International (PT. TMI) selaku Kontraktor dan Komisaris PT. Tamarona Mas International (PT. TMI) telah menerima penawaran penjualan atau pengambilalihan Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP OP) batubara atas nama PT. Tamarona Mas International seluas 400 Ha yang terdiri dari IUP OP seluas 199 Ha dan IUP OP seluas 201 Ha.
 
Kemudian diajukan permohonan persetujuan pengambilalihan IUP OP seluas 400 Ha (199 Ha dan 201 Ha) kepada Komisaris PT. ICR melalui surat Nomor: 190/EXT-PD/XI/2010 tanggal 18 November 2010 kepada Komisaris Utama PT. ICR perihal Rencana Akuisisi PT. TMI dan disetujui dengan surat Nomor: 034/Komisaris/XI/2010 tanggal 18 November 2010 perihal Rencana Akuisisi PT. TMI.
 
Tapi nyatanya, PT. TMI mengalihkan IUP OP seluas 199 Ha dan IUP Eksplorasi seluas 201 Ha sesuai surat Nomor: TMI-0035-01210 tanggal 16 Desember 2010 perihal Permohonan Perubahan Kepemilikan IUP Ekplorasi seluas 201 Ha dari PT. TMI kepada PT. Citra Tobindo Sukses Perkasa (PT. CTSP).
 
Tindakan tersebut, diketahui bertentangan dengan persetujuan rencana akuisisi PT. TMI yang diberikan oleh Komisaris Utama PT. ICR adalah asset property PT. TMI yang menjadi objek akuisisi adalah IUP yang sudah ditingkatkan menjadi Operasi Produksi sesuai dengan surat Nomor: 034/Komisaris/XI/XI/2010 tanggal 18 November 2010 perihal Rencana Akuisisi PT.TMI
 
Kemudian bertentangan dengan laporan Penilaian Properti/ Aset Nomor File: KJPP-PS/Val/XII/2010/057 tanggal 30 Desember 2010 serta laporan Legal Due Deligence dalam rangka Akuisisi tanggal 21 Desember 2010.
 
"Perbuatan para tersangka mengakibatkan kerugian keuangan negara senilai Rp. 91.500.000.000," urainya.
 
Para tersangka disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pembarantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 

(JMS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif