Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Awi Setiyono. Medcom.id/Siti Yona
Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Awi Setiyono. Medcom.id/Siti Yona

Polisi: MIT Dapat Makan dari Merampok dan Membunuh

Nasional terorisme teroris
Siti Yona Hukmana • 03 Desember 2020 07:32
Jakarta: Polisi masih memburu 11 terduga teroris jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang masuk daftar pencarian orang (DPO). Kelompok MIT kerap meneror masyarakat ketika kelaparan.
 
"Ketika mereka sudah terdesak karena kehabisan bekal yang terjadi dia meneror masyarakat meminta makan dan mencuri atau merampok dengan kekerasan termasuk melakukan penganiayaan dan pembunuhan kemudian ujung-ujungnya mengambil beras," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis, 3 Desember 2020.
 
Kelompok teroris pimpinan Ali Kalora itu tidak pernah menetap di satu tempat. Mereka terus bergerak naik turun gunung maupun hutan lebat. Cara itu dilakukan untuk menghindari tim TNI-Polri yang tergabung dalam Satgas Tinombala, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri, Polda Sulawesi Tengah, dan Brimob.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini yang menjadi bahan evaluasi mereka untuk mengambil langkah-langkah melakukan pengejaran," ujar Awi.
 
Awi meyakini pelaku teror itu segera tertangkap. Sebab, pasukan telah didukung dengan kemampuan dan sarana prasarana memadai untuk melacak keberadaan kelompok MIT di hutan lebat.
 
(Baca: Foto 11 Buron Teroris Jaringan MIT Disebar)
 
"Sehingga, semoga permasalahan geografis ini, permasalahan alam ini segrera bisa kita atasi," ungkap Awi.
 
Sebelumnya, polisi meyebarkan foto 11 DPO ke masyarakat. Harapannya, masyarakat dapat bekerja sama dengan kepolisian melaporkan bila bertemu dengan 11 terduga teroris itu.
 
Pencarian teroris ini menyusul aksi pembunuhan sadis dan pembakaran rumah warga di Desa Lemba Tongoa, Kabupaten Sigi, Palu, Sulawesi Tengah, Jumat, 27 November 2020. Satu keluarga tewas dalam insiden itu.
 
Pelaku diduga delapan orang dari kelompok MIT pimpinan Ali Kalora. Kedelapan pelaku masih diburu.
 
Pada peristiwa itu, tujuh rumah warga dibakar. Empat terbakar habis, tiga terbakar di bagian dapur. Salah satu rumah merupakan pos pelayanan atau rumah yang dijadikan sebagai tempat ibadah oleh warga. Sebanyak 49 kepala keluarga (KK) mengungsi akibat peristiwa itu.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif