Ilustrasi Kejaksaan Agung. MI Pius Erlangga.
Ilustrasi Kejaksaan Agung. MI Pius Erlangga.

Kejagung Kembali Geledah 2 Tempat Terkait Kasus Korupsi Jiwasraya

Nasional kasus korupsi Jiwasraya
Kautsar Widya Prabowo • 18 Oktober 2020 09:35
Jakarta: Kejaksaan Agung terus menyidik kasus korupsi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dengan tersangka Direktur Utama PT Himalaya Energi Perkasa, Piter Rasiman. Penyidik menggeledah sejumlah tempat.
 
"Ada dua titik," ujar Direktur Penyidikan Jaksa Agung Tindak Pidana Khusus Kejagung Febrie Diansyah saat dikonfirmasi, Minggu, 18 Oktober 2020.
 
Febri tidak menjelaskan detail dua lokasi tersebut. Namun, salah satunya berada di kawasan Jakarta Selatan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penggeledahan untuk mencari bukti tambahan dugaan pemufakatan Piter Rasiman dengan terdakwa Djoko Hartono dan Heru Hidayat. Penyidik menyita sejumlah barang bukti.
 
"Ada beberapa dokumen yang disita," tutur dia.
 
Namun, aset milik Piter belum disita. Febrie tak menutup kemungkinan ke depan aset Piter turut disita.
 
Kejaksaan Agung menetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Status ini disematkan kepada Direktur Utama PT Himalaya Energi Perkasa, Piter Rasiman (PR).
 
(Baca: Piter Rasiman Buat 8 Perusahaan Tampung Dana Jiwasraya)
 
"Tersangka ini ditetapkan kaitannya adalah adanya hubungan atau bersama-sama melakukan tindak pidama korupsi (tipikor) dengan para terdakwa yang sudah disidangkan di pengadilan," kata Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejagung Hari Setiyono di kantornya, Jakarta Selatan, Senin, 12 Oktober 2020.
 
PR diduga bekerja sama dengan para terdakwa kasus Jiwasraya. Mereka yakni Direktur Utama PT Maxima Integra, Joko Hartono Tirto; mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya, Hary Praseto; mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Asuransi Jiwasraya, Syahmirwan; Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk, Heru Hidayat; mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya, Hendrisman Rahim; dan Komisaris PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro.
 
PR dijerat Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 subsider Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.
 
Dia juga dijerat dengan Pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP atau kedua Pasal 4 UU Nomor 8 Tahun 2010 juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif