Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

Ahli Tegaskan Kerumunan Penyambut Jokowi Tak Bisa Jadi Dalih Bebaskan Rizieq

Nasional fpi presiden jokowi Rizieq Shihab protokol kesehatan Muhammad Rizieq Shihab
Antara • 27 Februari 2021 06:30
Jakarta: Kerumunan warga menyambut Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT), tidak bisa menjadi dalih untuk membebaskan eks pentolan Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab dari proses hukum. Kerumunan di Maumere dan di Petamburan saat Rizieq menikahkan anaknya dianggap berbeda.
 
Ahli hukum pidana dari Universitas Indonesia Indriyanto Seno Adji mengatakan kerumunan massa saat kedatangan Jokowi di Maumere tidak memiliki basis yang elementer terkait adanya peristiwa pidana. Kerumunan terjadi tanpa kesengajaan. 
 
"Permintaan pembebasan tersebut jelas tidak beralasan karena penahanan RS (Rizieq Shihab) justru ada basis elementer, niat yang kuat untuk melakukan pelanggaran atas larangan dalam regulasi, yaitu tindak pidana. Memang ada niat melakukan pelanggaran hukum atas larangan normanya," kata Indriyanto di Jakarta, Jumat, 26 Februari 2021.
 
Baca: Kerumunan Jokowi Jenisnya Euforia, Beda dengan Kerumunan Rizieq Shihab
 
Menurut dia, masyarakat datang menyambut Jokowi secara spontan tanpa ada undangan. Indriyanto menilai wajar polisi menolak laporan masyarakat atas peristiwa kerumunan di Maumere. Kerumunan itu dinilai tidak perlu menjadi polemik karena Presiden tidak menciptakan stigma pelanggaran hukum.
 
Aktivis sosial politik Ferdinand Hutahaean juga berpendapat desakan agar polisi membebaskan Rizieq bila Jokowi tidak dipidana terkait dengan kerumunan di Maumere hanya mengada-ada. Pendukung tidak mengetahui secara utuh mengapa Rizieq ditahan.
 
"Rizieq Shihab ditahan dengan banyak kasus dan beberapa pasal, termasuk penghasutan dan kebohongan tentang Rumah Sakit UMMI. Jadi, bukan hanya soal menciptakan kerumunan dan keramaian secara sadar," kata Ferdinand.
 
Ferdinand yakin kuasa hukum Rizieq akan memanfaatkan isu kerumunan di NTT saat pembelaan di persidangan nanti. Namun, dia menilai hal itu akan sia-sia.
 
"Saya yakin hal itu tak akan berguna dan tidak akan memengaruhi penilaian hakim dalam menjatuhkan vonis," ujar Ferdinand.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif