Ketum PPP tak Memenuhi Panggilan KPK

Muhammad Al Hasan 20 Agustus 2018 14:10 WIB
kasus suap
Ketum PPP tak Memenuhi Panggilan KPK
Ketum PPP M Romahurmuziy. Foto: MI/Adi Kristiadi.
Jakarta: Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M Romahurmuziy alias Romy tak memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Romy berhalangan hadir.

"Tadi stafnya datang ke KPK. Menyampaikan (Romy) tidak dapat hadir di pemeriksaan hari ini," kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi pada Senin, 20 Agustus 2018.

KPK pun menjadwalkan ulang pemeriksaan Romy pada Kamis, 23 Agustus 2018. Sementara itu, Romy sedianya akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Yaya Purnomo (YP) dalam dugaan suap terkait usulan dana perimbangan keuangan daerah pada RAPBN-P Tahun 2018.


KPK telah menetapkan empat tersangka dalam kasus ini. Mereka adalah anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Demokrat Amin Santono, PNS Kemenkeu Yaya Purnomo, Eka Kamaluddin selaku perantara suap, dan pihak swasta Ahmad Ghiast.

Baca: Ketum PPP Diperiksa KPK

‎Yaya Purnomo diduga berperan membantu Amin Santono meloloskan dua proyek di Pemkab Sumedang. Proyek itu ada di Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman, dan Pertanahan di Kabupaten Sumedang serta proyek di Dinas PUPR Sumedang.

Atas perbuatannya, Amin, Eka, dan Yaya selaku penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara itu, Ghiast selaku pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.




(OGI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id