Jaksa Agung Siap Hadapi Gugatan Yusril
Jaksa Agung M Prasetyo. Medcom.id/Lukman Diah Sari.
Jakarta: Jaksa Agung HM Prasetyo mempersilakan Yusril Ihza Mahendra memperkarakan dirinya terkait penanganan kasus  korupsi pengelolaan Dana Pensiun (Dapen) PT Pertamina Persero Tahun Anggaran 2014-2015. Prasetyo yakin kejaksaan sudah menangani kasus itu sesuai aturan. 

"Kita akan melawan di persidangan nanti. Hakim terima atau tidak," kata Prasetyo di kantornya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat, 13 Juli 2018.

Yusril menilai Korps Adhyaksa telah melakukan pelanggaran dalam menangani kasus yang menjerat kliennya, yang saat ini menjadi terdakwa perkara korupsi Dapen Pertamina, Edward Soeryadjaya. Kasus itu masih bergulir di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta. 


Pelanggaran dimaksud yakni keliru dalam membuat surat dakwaan. Yusril juga menilai saksi yang dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU) dalam Pengadilan Tipikor tidak relevan dan menyalahi aturan.

Prasetyo pun menepis tudingan Yusril,"Enggak mungkin kita ajukan orang (saksi) kalau tidak tahu kasusnya. Logikanya di mana?"

Prasetyo menilai sikap Yusril itu lumrah sebagai seorang pengacara. Yusril, kata Prasetyo, pasti bakal mati-matian membela kliennya.

"Mereka kan membela klien, dibayar. Jadi bisa kita pahamilah. Makin kencang dia bela, maka dibayar makin besar. Tapi tidak semua advokat seperti itu," ungkap Prasetyo.

Yusril berencana mempolisikan Jaksa Agung HM Prasetyo. Yusril menilai ada aturan KUHP yang dilanggar jaksa dalam menangani kasus kliennya.

"Kami akan laporkan ke polisi, karena jelas ada pasal-pasal yang dilanggar di KUHP. Dan yang kami laporkan adalah Jaksa Agung karena jaksa merupakan satu kesatuan dari atas ke bawah," kata Yusril di pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu, 4 Juli.

Kasus korupsi ini sendiri bermula ketika Edward yang juga pemegang saham mayoritas PT Sugih Energy, Tbk dengan kode saham SUGI, berkenalan dengan Presiden Direktur Dana Pensiun Pertamina, Muhammad Helmi Kamal Lubis.
 
Perkenalan itu dimaksudkan agar dana pensiun Pertamina membeli saham SUGI. Selanjutnya, Edward menginisiasi Helmi untuk melakukan pembelian saham SUGI total sejumlah 200 miliar lembar saham SUGI senilai Rp601.000.000.000 melalui PT Millenium Danatama Sekuritas.
 
Kemudian, atas permintaan Ortus Holding, Ltd, uang yang diterima oleh PT Millenium Danatama Sekuritas dari hasil transaksi penjualan saham SUGI Dana Pensiun Pertamina, dipergunakan untuk menyelesaikan pembayaran kewajiban pinjaman/kredit dari Ortus Holding, Ltd. Yakni, pembayaran pinjaman dengan jaminan repo saham SUGI milik Ortus Holding, Ltd, total sejumlah Rp51.739.571.543; pembayaran pinjaman dengan jaminan repo saham SUGI milik Ortus Holding, Ltd, total sejumlah Rp10.605.707.240.
 
Kemudian, pembayaran pinjaman dengan jaminan repo saham SUGI milik Ortus Holding, Ltd, total sejumlah Rp52.650.325.000; pembayaran kewajiban Sunrise Aseet Grup Limited kepada Credit Suisse total sejumlah Rp29.260.000.140; dan pembayaran pinjaman dengan jaminan repo saham SUGI dari Ortus Holding, Ltd, total sejumlah Rp461.431.732.175. Hasil pemeriksaan BPK, didapatkan nilai kerugian keuangan negara sebanyak Rp599.426.883.540.



(AGA)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id