Djoko Tjandra (rompi oranye) tiba di Bandara Halim Perdanakusuma/Media Indonesia/Fransisco Carolio.
Djoko Tjandra (rompi oranye) tiba di Bandara Halim Perdanakusuma/Media Indonesia/Fransisco Carolio.

Polemik Djoko Tjandra Jadi Pelajaran Instansi Penegak Hukum

Nasional kasus korupsi Djoko Tjandra
Anggi Tondi Martaon • 31 Juli 2020 11:40
Jakarta: Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad meminta instansi penegak hukum mengambil pelajaran dari polemik pelarian buronan korupsi hak tagih Bank Bali Djoko Tjandra. Aparat tidak boleh lengah menjalankan tugas di tengah pandemi virus korona.
 
"Kita harus tingkatkan kewaspadaan tidak hanya di sektor kesehatan tapi juga di banyak sektor salah satunya di penegakan hukum," kata Dasco saat dihubungi, Jumat, 31 Juli 2020.
 
Wakil Ketua Umum Gerindra itu menilai fokus instansi keamanan sempat teralihkan dalam beberapa waktu. Sebab, lembaga penegak hukum diminta ikut membantu menangani pandemi virus korona.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sehingga dapat diakali oleh seorang Djoko Tjandra karena kemarin kita konsentrasi penuh pada pandemi tapi kemudian agak lemah di beberapa hal," kata dia.
 
Dia meminta kelalaian ini tidak terulang. Setiap instansi harus tetap fokus pada tugas pokok dan fungsi masing-masing.
 
"Untuk itu saya imbau kita semua selain meningkatkan protokol covid-19 juga meningkatkan fungsi dan tugas pokok masing masing. Baik aparat penegakan hukum, eksekutif dan legislatif," kata dia.
 
Baca: Kronologi Penangkapan Djoko Tjandra
 
Anggota Komisi III itu menilai instansi keamanan mampu memperbaiki kelalaian yang membuat Djoko bebas keluar masuk Indonesia. Terpidana korupsi yang merugikan negara hingga Rp904 miliar itu akhirnya bisa diciduk di Malaysia berkat bantuan Polisi Diraja Malaysia (PDRM).
 
"Kami ucapkan apresiasi kepada Polri, Kapolri dan jajaran yang telah berhasil menunjukkan bahwa penegakan hukum bisa berjalan baik di tengah pandemi covid-19 berlangsung di Indonesia," ujar dia.
 
Djoko ditangkap di Malaysia. Penangkapan dilakukan oleh PDRM atas permintaan Polri.
 
Djoko dibawa ke Jakarta dari Malaysia menggunakan pesawat khusus. Buronan tersebut dijemput langsung oleh Kabareskrim Listyo.
 
Djoko tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 22.40 WIB, Kamis, 30 Juli 2020. Djoko langsung dibawa ke Gedung Bareskrim Mabes Polri, dan tiba sekitar pukul 23.18 WIB.
 

(JMS)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif