NEWSTICKER
Ilustrasi. Medcom.id.
Ilustrasi. Medcom.id.

3 Saksi Dihadirkan di Sidang Aulia Kesuma

Nasional mobil terbakar pembunuhan
Antara • 17 Februari 2020 09:54
Jakarta: Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) kembali menggelar sidang kasus pembunuhan berencana Aulia Kesuma, 45, terhadap suami dan anak tirinya, Edi Candra alias Pupung Sadeli dan M Adi Pradana. Agenda sidang mendengarkan keterangan saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU).
 
"Agenda sidang hari ini saksi dari pihak keluarga korban, ada tiga orang saksi," kata Jaksa Sigit Hendradi saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin, 17 Februari 2020.
 
Sigit mengatakan tiga saksi yang dihadirkan yakni para kerabat korban. Ketiga saksi tersebut orang yang sama saat dihadirkan dalam sidang perkara atas terdakwa dua eksekutor pembunuhan asal Lampung yang digelar Kamis, 13 Februari 2020. "Iya sama, kakak dan keluarga korban," kata Sigit.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sidang lanjutan perkara pembunuhan berencana dengan terdakwa Aulia Kesuma dan anaknya, Geovanni Kelvin Oktavianus Robert dijadwalkan berlangsung pukul 14.00 WIB di ruang sidang lima PN Jaksel.
 
3 Saksi Dihadirkan di Sidang Aulia Kesuma
Aulia Kesuma, pembunuh suaminya, Edi Chandra Purnama, 54, dan anak tirinya, M Adi Pradana, 23, di Sukabumi, Jawa Barat. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana
 
Kasus pembunuhan berencana ini terjadi Jumat, 23 Agustus 2019. Aulia yang terdesak utang menghabisi Pupung dan anak tirinya demi dapat menjual rumah di Lebak Bulus, Jaksel.
 
Aulia terbelit utang Rp10 miliar di dua bank. Uang tersebut untuk membiayai usaha restoran dan bengkel yang kemudian kolaps hingga Aulia kewalahan membayar cicilan Rp200 juta per bulan.
 
Pelaku sempat meminta suaminya menjual rumah demi membayar utang. Namun, permintaan itu ditolak mentah-mentah oleh Pupung.
 
Aulia kemudian meminta tolong pembantunya mencarikan eksekutor untuk membunuh suaminya. Pembunuhan dimulai Aulia dengan mencampurkan 30 butir obat tidur vandres ke dalam jus yang diminum Pupung.
 
Seusai Pupung terlelap, Aulia memanggil pelaku, Kusmawanto Agus dan Muhammad Nur Sahid. Dengan bantuan kedua eksekutor itu, Aulia membekap mulut Pupung menggunakan kain yang dicampur dengan alkohol.
 
Sahid bertugas memegang perut dan kaki Pupung. Hal ini dilakukan karena Pupung sempat memberontak dan mencakar Aulia di tangan sebelah kanan.
 
Sementara itu, korban M Adi Perdana tiba di rumah pukul 23.00 WIB. Dia kemudian naik ke lantai atas rumah serta sempat meneguk jus oplosan dicampur racun dari Aulia.
 
Pada pukul 04.30 WIB, ketika Dana sudah mabuk dan tertidur, pelaku lainnya, Kalvin, langsung membekap Dana dengan kain yang juga dicampur alkohol. Jasad keduanya kemudian dibawa dengan mobil Toyota Cayla bernomor polisi B 2983 SZH ke Sukabumi, Jawa Barat.
 
Mobil tersebut dibawa ke tepi jurang untuk dibakar dan didorong hingga jatuh ke jurang agar tampak seperti kecelakaan.
 
Namun, saat membakar mobil tersebut, Kalvin tersambar api dan menderita luka bakar 30 persen. Aulia dan Kalvin pun gagal mendorong mobil ke jurang.
 
Polisi mendatangi tempat kejadian perkara setelah menerima laporan warga soal mobil terbakar dengan dua jasad di dalamnya. Setelah penyelidikan, para pelaku ditangkap di tempat terpisah.
 
Aulia Kesuma dan anaknya, Govanni Kelvin, didakwa atas tuduhan pembunuhan berencana. Keduanya didakwa melanggar Pasal 340 juncto Pasal 55 ayat 1 ke (1) KUHP, subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 ayat 1 ke (1) KUHP dengan ancaman hukuman mati.
 

 

(AGA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif