Lambang KPK. Foto: MI/Rommy Pujianto.
Lambang KPK. Foto: MI/Rommy Pujianto.

Penyuap Bupati Pakpak Bharat Jadi Tersangka

Nasional OTT KPK
Juven Martua Sitompul • 14 Desember 2018 18:32
Jakarta: Direktur PT TMU Rijal Efendi Padang (REP) menjadi tersangka baru kasus dugaan suap terkait pelaksanaan proyek-proyek di Dinas PUPR Pemkab Pakpak Bharat tahun anggaran 2018.  Rijal diduga memberikan hadiah atau janji kepada Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolanda Berutu (RYB) 

"Dalam pengembangan penyidikan, KPK menemukan bukti-bukti terkait keterlibatan peran pihak lainnya, dan menetapkan REP sebagai tersangka," kata Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK Yuyuk Andriati di Gedung KPK, Jakarta, Jumat, 14 Desember 2018.

Menurut dia, total fee yang didapat Remigo dari Rijal ialah 15 persen dari proyek pekerjaan peningkatan atau pengaspalan Jalan Simpang kerajaan Binaga Sitelu senilai Rp4.576.105.000. Untuk memenuhi komitmen fee itu, Rijal menyerahkan Rp200 juta kepada Plt Kepala Dinas PUPR PakpakBharat David Anderson Karosekali (DAK) dengan cara ditransfer kepada Hendriko Sembiring (HSE).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



"Selanjutnya, dari uang Rp200 juta itu DAK menyerahkan uang sebesar Rp150 juta kepada RYB, yang kemudian diamankan oleh KPK dalam OTT (operasi tangkap tangan)," jelas Yuyuk. Atas perbuatannya, Rijal selaku pemberi suap dijerat dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Saat ini, Rijal sudah ditahan penyidik KPK di Rumah Tahanan Cipinang, Jakarta Timur, sejak 30 November 2018 lalu.

Baca: Kronologi Penangkapan Bupati Pakpak Bharat

Sebelumnya, KPK menetapkan Remigo bersama Plt Kepala Dinas PUPR PakpakBharat, David Anderson Karosekali, dan satu pihak swasta Hendriko Sembiring sebagai tersangka suap. Remigo diduga menerima suap Rp550 juta terkait proyek di Dinas PUPR Pakpak Bharat.

Remigo diduga menerima uang suap dalam tiga tahap, yakni Rp150 juta pada 16 November 2018, Rp250 juta dan Rp150 juta pada 17 November 2018. Uang itu diduga digunakan untuk kepentingan Remigo, termasuk mengamankan kasus sang istri di Polda Sumut.




(OGI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi