Halte TransJakarta dibakar massa menolak pengesahan UU Cipta Kerja. ANT/Dhemas Reviyanto
Halte TransJakarta dibakar massa menolak pengesahan UU Cipta Kerja. ANT/Dhemas Reviyanto

Pedemo Diminta Mewaspadai Penyusup

Nasional Demo Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja
Siti Yona Hukmana • 20 Oktober 2020 09:32
Jakarta: Sejumlah elemen buruh dan mahasiswa berencana menggelar demonstrasi lanjutan menolak Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) Selasa, 20 Oktober 2020, di Istana Merdeka, Jakarta Pusat. Polri mengimbau pedemo mewaspadai penyusup.
 
"Tetap waspadai adanya celah penyusup yang ingin melakukan kerusuhan seperti pembakaran fasilitas umum yang akan menghambat kepentingan umum," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono melalui keterangan tetulis, Selasa, 20 Oktober 2020.
 
Argo juga mengimbau seluruh masyarakat menyampaikan aspirasi dengan tertib dan tidak merusuh. Dia mengingatkan unjuk rasa harus sesuai aturan di Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Penyampaian Pendapat di Muka Umum.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia juga mengingatkan pedemo tak mudah termakan informasi palsu atau hoaks. Pasalnya, Polri mengungkap ada oknum yang berupaya memprovokasi pedemo menolak UU Ciptaker untuk merusuh.
 
(Baca: Polri Ungkap Alasan Penangkapan 4 Anggota KAMI Medan)
 
"Masyarakat juga harus meningkatkan kewaspadaan adanya oknum-oknum yang berusaha menyusup untuk melakukan provokasi, sehingga unjuk rasa berakhir kerusuhan," tutur dia.
 
Sebelumnya, Polri mengungkap dugaan provokasi empat anggota Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Medan, Sumatra Utara. Keempatnya berinisial KA, J, NZ dan WRP.
 
Keempatnya telah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka disebut memprovokasi untuk mendorong demonstran melakukan aksi unjuk rasa yang anarkis, vandalisme, dan melukai aparat dalam WhatsApp Group (WAG).
 
Akibatnya, Gedung DPR dan polisi dilempari dengan batu. Perusuh juga menyiapkan bom molotov. Tersangka juga membuat skenario demo menolak UU Ciptaker layaknya seperti kondisi Reformasi 1998, salah satunya penjarahan toko.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif